jump to navigation

WAREHOUSE MANAGEMENT August 5, 2008

Posted by aororaoperations in Supply Chain Management.
trackback

Warehouse Management :

  1. Aktivitas Warehousing
  2. 5 R
  3. Inventory Management
  4. Dead Stock Management
  5. Stock Opname
  6. Sistem Pengendalian Inventory/PO Management
  7. Sistem FIFO

PERUNTUKAN GUDANG

UNTUK KEBUTUHAN PEMAKAIAN SENDIRI
UNTUK DISEWAKAN KEPADA PIHAK LAIN (LOGISTICS)

YANG AKAN DIBAHAS DISINI ADALAH GUDANG UNTUK PENGGUNAAN SENDIRI.

 AKTIVITAS PERGUDANGAN

AKTIVITAS PERGUDANGAN

  • Penerimaan & Penanganan
  • Penyimpanan
  • Pengeluaran
  • Pengendalian / Pengontrolan
  • Perawatan ..

AKTIVITAS PERGUDANGAN (2)
1. PENERIMAAN & PENANGANAN

  • Pemeriksaan dokumen (PO, Surat Jalan dll)
  • Barang yang belum diperiksa disimpan di “TRANSIT AREA”
  • Pemeriksaan Mutu (quality Control)
  • 100 % inspection
  • Sampling (metode sampling)
  • Pemeriksaan mutu boleh juga dilakukan di tempat supplier
  • Pemeriksaan quantity barang
  • Penyelesaian Administrasi
  • Proses Handling yang benar

INCOMING INSPECTION

100 % inspection biasanya dilakukan untuk :

  • Supplier baru
  • Material Pokok
  • Inkonsistensi quality dari supplier
  • Ada masalah baru yang timbul

Sampling Inspection dilakukan jika :

  • Ada konsistensi mutu material yang dikirim dari supplier
  • Tidak ada masalah yang serius dalam pengiriman material

Prosentase sampling ditentukan berdasarkan :

  • Konsistensi
  • Sistem dan prosedur internal supplier

Jika tidak ada masalah dari waktu ke waktu, prosentase sampling dari satu supplier secara kontinyu akan turun

AKTIVITAS PERGUDANGAN (3)

2. PENYIMPANAN

  • Penentuan jumlah unit per kelompok
  • Untuk barang kecil dikelompokkan per bungkus dengan qty tertentu
  • Pemberian identitas barang
  • Penyimpanan di rak secara sistematis
  • Penyimpanan berdasarkan prinsip FIFO
  • Pemeriksaan kembali untuk barang yang telah disimpan dalam masa tertentu. (Re inspection)
  • Buatkan layout penyimpanan barang (Lay out Gudang)
  • Jika jenis barang banyak, dalam daftar inventory tuliskan lokasi penyimpanan barang

Klasifikasi penyimpanan dilakukan per kelompok besar, kemudian per kelompok kecil dst.

Penentuan lokasi berdasarkan kategori :

Lokasi Warehouse (jika lebih dari satu gudang)
Lokasi Rak (Lot)
Lokasi subrak

IDENTITAS BARANG BERISI INFORMASI TENTANG :

  • NAMA BARANG
  • KODE BARANG
  • SPESIFIKASI BARANG
  • UNIT
  • JUMLAH PENERIMAAN
  • TANGGAL TERIMA
  • NAMA SUPPLIER
  • CAP QC PASS
  • DLL (SESUAI KEBUTUHAN)

PENGELUARAN

ATURAN MAIN PENGELUARAN BARANG

Otorisasi (tanda tangan)
Data Pengeluaran lengkap (untuk keperluan apa)
Tata cara pengeluaran barang dari lokasi (pabrik)
Pemeriksaan barang keluar pabrik (satpam dll)

Pemeriksaan dokumen permintaan barang
Tanda tangan sesuai otorisasi
Data – data lengkap

PENGENDALIAN / PENGONTROLAN

1. Internal (dilakukan sendiri)
2. External (pihak lain yang independen)

Stock opname

Partial
Total

Pemeriksaan bukti-bukti pengeluaran dan pemasukan yang sah
Administrasi inventory harus independen (tidak dibawah pengaruh kepala gudang).

Dead stock management

PERAWATAN
LAKUKAN PEMERIKSAAN MUTU BARANG JIKA MASA SIMPAN SUDAH MENCAPAI WAKTU TERTENTU (Re QC)

TERAPKAN PRINSIP-PRINSIP 5 R

LANGKAH- LANGKAH 5 R
1. RINGKAS (SEIRI)
2. RAPI (SEITON)
3. RESIK (SEISO)
4. RAWAT (SEIKETSU)
5. RAJIN (SHITSUKE)

Tujuan Implementasi 5R

5R Sebagai dasar KAIZEN di tempat kerja atau GEMBA
. Kaizen di tempat kerja (GEMBA) harus diawali
dari 2R (RINGKAS(SEIRI) dan RAPI(SEITON))
2. Pembersihan (RESIK/SEISO) dapat menemukan keadaan Abnormalitas.
3. “Kebersihan” (RAWAT/SEIKETSU) dimulai dari “Disiplin”
(RAJIN/SHITSUKE)

 

 

INVENTORY MANAGEMENT

JENIS – JENIS INVENTORY

1. INCOMING INVENTORY (BAHAN BAKU)
2. WORK IN PROCESS (WIP) INVENTORY
3. INVENTORY BARANG JADI (FINISHED GOODS

MENGAPA INVENTORY DIBUTUHKAN ??

FUNGSI-FUNGSI MASING-MASING INVENTORY (1)

INCOMING (RAW MATERIAL)
1.1 Mengatasi keterlambatan supply
1.2 Mendapatkan discount khusus untuk qty tertentu
1.3 Antisipasi kedepan (kerusuhan, pemogokan dll)
1.4 Jika ada kebijakan pemerintah yang bisa mengakibatkan kenaikan harga..

PROCESS (WIP)
2.1 Fleksibilitas produksi, terutama jika mesin breakdown
2.2 Stabilisasi tingkat output per proses jika ada variasi order
2.3 Meningkatkan utilisasi pabrik, proses dan tenaga kerja..

FINISHED GOODS

3.1 Meningkatkan fungsi customer service (barang diorder langsung ada)
3.2 Sebagai buffer stock jika ada masalah di proses produksi atau kesulitan bahan baku (customer service)
3.3 Mengatasi fluktuasi permintaan , khususnya untuk “seasonal products”  Balancing Tools
3.4 Mengantisipasi terjadinya masalah di pabrik atau di pemasok (pemogokan, dll)…

MENGAPA INVENTORY PENTING ??

  • Nilainya sangat signifikan
  • Resiko (potensi) kerugian
  • Over stock
  • Kehabisan Stock
  • Peluang untuk cost saving
  • Law of tens

Karena nilainya sangat signifikan, maka perlu untuk :

Diketahui nilainya secara pasti
Dkendalikan jumlahnya
Dikendalikan pergerakannya
Cepat dideteksi jika terjadi inefisiensi
Dikendalikan penggunaannya..

DEAD STOCK MANAGEMENT

PENYEBAB TERJADINYA DEAD STOCK (1)

Perubahan disain atau komposisi atau spesifikasi tanpa disertai dengan perhitungan yang matang atau tanpa koordinasi yang baik.

Kesalahan prediksi :

Product life time lebih pendek dari yang diperkirakan
Daya serap pasar tidak sebesar yang diperkirakan
Sistem pengendalian stock yang buruk. (Menurut data, stock sudah habis, ternyata kemudian barang tersebut masih ditemukan)
Pada waktu mengorder barang tidak mengetahui posisi stock yang sebenarnya (Over Stock)

Rencana kerja terlalu sering berubah-ubah (terutama sales forecasting)
Kesalahan dalam pemesanan barang

Barang Kadaluwarsa karena :
1. Over Stock (terlalu lama disimpan, mutunya menurun)
2. Sistem FIFO tidak benar.

LANGKAH-LANGKAH PREVENTIVE

Data stock harus akurat
Penyusunan di rak teratur dan rapi
Hindari terjadinya penyebab yang sudah dibahas

STOCK OPNAME

Sering juga disebut Stock Take
Adalah salah satu cara untuk mengetahui stock yang ada dengan cara menghitung langsung fisik barang yang ada
Biasanya dibandingkan juga dengan stock administrasi. Jika ada selisih biasanya dilakukan penyesuaian (adjustment) antara stock fisik dan stock administrasi

 

JENIS STOCK OPNAME

STOCK OPNAME TOTAL
- Menghitung seluruh stock yang ada sekaligus.
STOCK OPNAME PARTIAL
- Menghitung sebagian stock yang ada secara bergiliran (Cycle Counting).

Mengapa Cycle Counting Dibutuhkan ?

CARA MELAKUKAN CYCLE COUNTING
Kelompokkan semua jenis barang ke dalam kategori, misalnya :
Fast Moving Stock = A
Slow Moving Stock = B
Very Slow Moving / Dead Stock = C
Tentukan Cycle Time untuk masing-masing kategori, misalnya :
Kategori A = 20 Hari Kerja, B = 30 Hari Kerja dst
Hitung Jumlah Item Yang harus dicocokkan setiap harinya
Buat Daftar jenis barang Per kategori
Buat schedule stock opname per hari Sehingga seluruh Jenis Barang Yang masuk kategori tsb selesai dihitung dalam 1 siklus
Setiap Jenis Barang sekurang-kurangnya setahun sekali dihitung
Buat Laporan Hasil cycle counting, dan lakukan adjustment berdasarkan prosedur yang sudah ditentukan.
Hati-Hati Dalam melakukan justifikasi selisih stock.

RESIDUAL BALANCE COUNTING

Cara ini efektif jika digunakan sistem on line stock
Setiap kali pengambilan atau penempatan barang, crew menghitung sisa stock yang ada di rak.
Hasil penghitungan ini dilaporkan ke sistem (Komputer)
Jika ada selisih / perbedaan, maka segera diambil tindakan lebih lanjut

MANFAAT STOCK OPNAME (TOTAL / PARTIAL) :

Memberikan gambaran tentang apa yang sebenarnya terjadi di gudang , kadang-kadang hal yang tidak terduga bisa terjadi, misalnya kebocoran internal dll
Data ini bisa digunakan oleh pihak accounting untuk meningkatkan akurasi laporan keuangannya
Bisa digunakan untuk melakukan trace back (penelusuran) terhadap penyebab terjadinya variance.
Bisa digunakan sebagai salah satu bahan performance appraisal dari staf gudang (misalnya penilai di akhir tahun).

MASALAH YANG SERING TERJADI

Barang rusak dalam penyimpanan
Rusak dalam handling
Salah menyimpan barang
Gangguan lain Misalnya : Tikus, Rayap, Kecoa dll
Banjir
SELISIH STOCK (Fisik Vs Administrasi)
Stock tidak mencukupi

TIP – TIP UNTUK STOCK OPNAME
Pada waktu pelaksanaan stock opname, tidak boleh ada barang keluar atau masuk (Freezing)
Penghitungan harus dilakukan oleh pihak independen (pihak yang tidak berkaitan dengan barang yang akan dihitung)
Jika diperlukan akurasi yang tinggi, sebaiknya satu jenis barang dihitung oleh dua orang / kelompok yang berbeda dalam waktu yang tidak bersamaan

LANGKAH-LANGKAH YANG PERLU DILAKUKAN
Sebelum Stock Opname :
- Rapikan semua barang yang ada digudang
- Semua barang sudah dalam kemasan yang benar
- Buat tabel jenis barang yang perlu dihitung
- Tentukan siapa saja yang bertanggung jawab menghitung masing-masing jenis barang tersebut. Jika perlu buatlah kepanitiaan untuk tujuan stock opname ini

Pada Saat Stock Opname :
- Lakukan penghitungan sampai tuntas
- Jika hasil penghitungan berbeda diantara dua kelompok, lakukan penghitungan bersama-sama.
- Pastikan semua barang sudah dihitung dan hasil penghitungan sudah benar

Setelah Stock Opname :
- Buat Laporan hasil stock opname
- Hitung penyimpangan (variance) masing-masing barang (fisik Vs administrasi)

PASCA PELAPORAN VARIANCE :

- Pelajari item barang yang selisih. Jika jumlah item barang Banyak, lihat barang-barang dengan selisih terbesar.
- Beri perhatian khusus dan selidiki penyebab selisih tersebut dan ambil langkah-langkah perbaikan.
- Bandingkan dengan hasil stock opname sebelumnya, apakah barang ini bermasalah terus. Jika Ya, cari solusinya segera, a.l.
- Buat tugas pengontrolan khusus untuk barang-barang tersebut (Misalnya dikontrol setiap hari).
- Simpan di tempat khusus yang hanya bisa diakses oleh orang tertentu.
- Masukkan hasil variance ini sebagai salah satu point penilaian karyawan (Performance Appraisal).

JENIS ALAT KONTROL STOCK

STOCK CARD (KARTU STOCK)
KOMPUTER (PROGRAM INVENTORY)

 

KARTU STOCK (1)

- Setiap Barang Mempunyai satu kartu stock
- Setiap pemasukan dan pengeluaran barang yang sama dicatat pada kartu yang sama

KELEMAHAN :
- Resiko salah besar (salah pencatatan, penjumlahan dll)
- Pengontrolannya sulit (sulit diperiksa bukti transaksi)
- Pengolahan data tidak tersedia
- Data mudah dirubah oleh orang lain, karena tersimpan di tempat yang umum (Iseng atau mempunyai tujuan tertentu)

KELEBIHAN :
- Posisi stock dengan mudah bisa diketahui oleh petugas gudang
- Tidak membutuhkan teknologi yang tinggi
- Biaya Investasi rendah
- Tidak membutuhkan manpower skill yang tinggi

PROGRAM KOMPUTER
Ciri – Ciri :

Ada operator yang bertanggung jawab melakukan data entry.
Operator melakukan data entry berdasarkan bukti-bukti transaksi yang sah. Bisa juga dengan menggunakan bar code.
Data disimpan di PC (lokal) atau server
Biasanya sistem multi user, bisa digunakan oleh banyak orang.

KEUNTUNGAN :

Faktor Human error lebih kecil
Mudah dilakukan trace back
Lebih cepat
Datanya mudah diolah lebih lanjut
Sharing data dengan divisi lain sangat mudah (Purchasing, PPIC dll)

KELEMAHAN :


- Perlu Investasi (Soft Ware dan Hard Ware)
- Man Power Requirement lebih tinggi
- Membutuhkan waktu yang lebih lama untuk menguasai sistemnya. (Masa Adaptasi lebih lama)
- Jika ada masalah, sulit dikompromikan (tidak fleksibel)-> GIGO
- Kadang-kadang ada masalah yang tidak terdeteksi.

INGAT

Sistem apapun yang digunakan, harus :

1. Menjawab posisi stock setiap saat
2. Memungkinkan Trace Back lebih mudah
3. Human Error bisa ditekan sekecil Mungkin
4. Bisa Menekan variance (selisih) stock fisik vs administrasi.
WASPADAI JIKA STOCK ANDA SELISIH TERUS MENERUS

SISTEM PENGENDALIAN STOCK DENGAN PO MANAGEMENT SYSTEM

 Adding Safety Stock

 

The Replenishment Cycle

Overview of Forecasting Factors

 

Masalah – masalah PO Management

- Rumus PO masih salah
- Data Stock tidak akurat
- Rencana Jual tidak akurat
- Skill estimasi jual (BM) kurang akurat
- Pasar yg unpredictable
- Gudang perlu pembenahan
- Principal
- Stock terbatas
- Minimal order
J- adwal pengiriman tdk tepat

STOCK DEPO

Gudang Baik
Gudang BS
Mobil Box
Saldo Awal & Saldo Akhir
Cut Off ??
Stock Opname Harian

 Forecasting

Rencana Jual P-1
Rencana Jual P-2

Angka Bantu

Target
Rata-rata Jual per Pekan (4 pekan terakhir)

Situasional

Program Marketing
Program Kompetitor
Peak Season
Liburan Sekolah (tergantung jenis industri/bisnis)
Force Majeur

Realisasi PO

Barang Dalam Perjalanan
Jadwal Tiba
Service Level Principal
Lead Time

 

 

 

 

 

PARETO SYSTEM

RULE 20/80

20% DARI JENIS BARANG DI INVENTORY
AKAN BERNILAI 80% DARI TOTAL ARV
(ARV = ANNUAL REQUIREMENT VALUE)
Dengan Mengontrol ini, akan memberikan
Hasil Yang Sangat Besar Buat Perusahaa

UTILISASI GUDANG

Utilisasi Ruangan akan meningkatkan daya tampung gudang tetapi di lain pihak akan meningkatkan kompleksitas pengambilan barang (Cost per M2 rendah tetapi Picking Cost Meningkat)
Menambah luas gudang akan menurunkan kompleksitas pengambilan barang, tetapi di sisi lain jarak antar barang menjadi lebih jauh dan meningkatkan cost per M2
Dibutuhkan optimalisasi antara parameter :

luas ruangan
Picking system
Handling System
Information System

SISTEM FIFO

FIFO = FIRST IN FIRST OUT
Ada 2 jenis sistem FIFO :
FIFO Fisik :
Barang secara fisik disusun berdasarkan prinsip FIFO
FIFO Administrasi :
Barang secara administrasi disusun berdasarkan urutan masuk dan keluarnya. Biasanya tujuannya untuk mendapatkan harga perolehan masing-masing barang.

CARA MENERAPKAN SISTEM FIFO secara fisik

- TEMPAT PEMASUKAN DI SISI YANG BERBEDA DENGAN TEMPAT PENGAMBILAN UNTUK SATU JENIS BARANG ATAU KELOMPOK BARANG
- PEMASUKAN BARANG DI BELAKANG, PENGAMBILAN DI DEPAN
DISUSUN SECARA TERATUR

JENIS BARANG TERTENTU ADA YANG SANGAT SENSITIF TERHADAP FIFO, DAN ADA YANG KURANG SENSITIF. PENENTUAN SISTEM FIFO YANG AKAN DIGUNAKAN SANGAT TERGANTUNG DARI JENIS BARANG YANG BERSANGKUTAN.

SISTEM FIFO FISIK ADA 2 MACAM :
- BERDASARKAN URUTAN MASUK
- BERDASARKAN EXPIRY DATE (FEFO)

 

                                               ( Presented By Tenaka B)

About these ads

Comments»

1. Bustomy A.H - November 11, 2008

Makasih …..bgt lho .info nich.

2. LisNa - December 2, 2008

blog yang sangat bagus sekali..kebetulan saya juga memerlukan referensi untuk proyek akhir saya…
bisakah untuk tulisan seperti ini disertakan referensinya diperoleh dari mana?
sekaligus terima kasih krn saya banyakterbantu dengan adanya blog ini…

aororaoperations - December 4, 2008

Hi Lisna thanks sudah kunjungi blog ku , and thanks masukannya next aku akan masukkan sumber referensinya..

Aorora

3. Christian - December 21, 2008

Tq so much, infonya sgt berguna bagi saya khususnya…
Bisa tambahkan artikel lain yg berkaitan dengan Production Planning & Forecasting ?

4. aororaoperations - December 21, 2008

Hi , Christian thx sudah mampir, next akan aku coba publish tentang foecasting dan Production Planning, semoga berguna..

Aorora

5. Joko - January 4, 2009

Thanx.but,gmn klo kasusny stok melebihi kapasitas gudang.dan harus difollow up oleh intern gudang saja.thanx again

6. aororaoperations - January 4, 2009

Kapasitas gudang akan dipengaruhi beberapa faktor diantaranya ITO (Inventory Turn Over) , Days Of Inventory yang bisa juga sebut juga weeks of inventory, misalnya kita set Inventory kita 10 hari maka itu akan berpengaruh pada Space yang dibutuhkan , banyaknya barang BS, Promosi yang disimpan digudang tersebut, dan fungsi orang gudang adalah untuk kontrol inventori sehingga inventori tidak kurang atau lebih sesuai dengan setting kebijakan DOI, inventory level dan ini level kebijakannya di level strategy bukan di operasional, tapi kl di operasional keputusannya adalah kaitan dengan perlu atau tidaknya tambah space gudang misal sewa jika kenaikan inventory level bersifat temporary,nah untuk tambah tidaknya space perlu dikaitkan dengan Forecasting Penjualan yang dibuat, dan perlu di dilihat kecenderungannya trend, sesional atau cyclic sehingga orang logistik harus koordinasi dengan tim penjualan atau marketing

Semoga bisa membantu,salam

Aorora

7. lilie - January 7, 2009

Thanks, informasi ini cukup banyak membantu saya. Kebetulan saya sebagai staff internal control di suatu perusahaan, dan salah satu tugas saya adalah memverifikasi laporan stock opname secara fisik dan administrasi. Namun, kendala yang saya hadapi adalah saya harus memeriksa stock opname per 2008, Namun berhubung digudang juga terdapat barang dibawah pembelian tahun 2007, sementara kami tidak memiliki data pembanding yaitu pembelian dibawah tahun 2007. Kira – kira bagaimana mensiasati agar diperoleh nilai stock opname yang akurat.

8. djokoanwar - January 15, 2009

Thank, informasi ini sangat berguna, btw bagaimana caranya dalam menghitung seleisih minus dan plus pada stock opname, jikalau pada waktu melakukan ticketing terjadi transaksi keluar dan masuknya barang. bagiamana kita mendapatkan nilai selisih minus dan plus-nya serta untuk menghitung saldo akhir jikalau terjadi transaksi keluar masuknya barang. Bagaimana cara mendapatkan nilai saldo akhir dan juga nilai stock untuk dijadikan saldo akhir. sementara data stock opname tahun lalu tidak ada.

9. yogie milistyanto - February 15, 2009

thanks for this education warehouse. ussually this job can hepl my work at the factory/institution.

10. aororaoperations - February 17, 2009

Dear All, Mungkin ada sharing informasi tentang topic ware house management..?. ditunggu postingnya dan commentnya

Salam,

Aorora

11. anise - March 6, 2009

Halo,
Saya mau menanyakan bagaimana cara menghitung Lead Time,apakah berdasar per item barang atau grup atau kategori? Dan bagaimana menghitung untuk buffer stock?

Terima Kasih atas bantuannya

12. Indra Winanto - March 27, 2009

Dear All

Saya lagi mendapat kendala dalam masalah penyimpana dan pengotrolan barang kebutuhan dari factory.

Saya ingin menyusun barang2 tersebut supaya mudah di cari dan di control jumlahnya untuk memperkirakan pemesanan barang tersebut

13. aororaoperations - March 30, 2009

Halo Indra dalam penyimpanan barang ,hal yang harus diperhatikan adalah :
Dalam perencanaan lay out nya, produk harus diletakkan dalam lokasi specific yang disebut slot agar memudahkan dalam pencarian atau pengontrolan barang ,Slot disusun berdasarkan karakteristik masing-masing produk yang akan disimpan. Hal yang perlu diperhatikan dalam membuat slot adalah Product Velocity (Kecepatan keluar/masuk product,berkaitan dengan FIFO),Berat barang dan persyaratan penyimpanan khusus untuk barang tertentu sesuai dengan karakteristiknya. Produk Velocity menjadi faktor utama dalam design lay out ware house.High product Velocity harus diposisikan untuk mengurangi jarak pemindahan barang.. Misalnya product fast moving/ high velocity harus berada di dekat pintu, atau lorong utama, dan di tingkat bawah dalam rak-rak penyimpanan . Sehinggga posisi tersebut akan meminimasi warehouse handling dan mengurangi kebutuhan frekwensi lifting

Sebaliknya, produk dengan volume rendah biasanya ditempatkan lebih jauh dari lokasi utama ,lorong atau yang lebih tinggi posisinya dalam rak penyimpanan.selain itu rencana penyimpanan juga harus mempertimbangkan berat dan karakteristik produk khusus . secara umum item yang berat harus ditempatkan pada lokasi penyimpanan yang rendah untuk meminimalkan lifting.untuk barang “bulky” barang dengan densitas rendah memerlukan cubic space. Lantai luar ruang di sepanjang dinding sangat ideal untuk barang seperti itu (Bulky). Di lain pihak, barang-barang kecil mungkin memerlukan rak-rak penyimpanan, bins. Selain itu storage plan yang terintegrasi harus mempertimbangkan individual karakteristik produk

Sedangkan untuk mengontrol jumlah barang dan memudahkan dalam pemesanan barang harus dibangun system inventory controlnya dengan tidak melupakan check fisik dan stock opname untuk maintain datanya agar data dan fisik tidak ada selisih (Sistem operasional gudang) dalam inventory management ada beberapa metode yang dapat digunakan:
Metode yang paling banyak digunakan adalah Perpetual Review, sedangkan metode yang lain adalah periodic review
Perpetual Review /biasa juga disebut dengan continuous review. Continuous review ini akan selalu melihat status inventory sebagai dasar untuk melakukan replenishment . dalam menggunakan metode ini diperlukan tracking all SKU. Metode ini diimplementasikan melalui reorder point dan order quantity

Rumus yang digunakan : ROP = D x T + SS
ROP : Reorder Point (dalam Unit)
D : Average daily Demand (In Unit)
T : Average performance cycle length (In days)
SS : Safety or buffer stock in unit

Sedangkan untuk menentukan jumlah yang di order dapat menggunakan metode Ekonomic Order Quantity (EOQ)
Ok demikian penjelasannya , mungkin teman –teman ada yang mau menambahkan penjelasannya ?

Salam, Aorora

14. anise - March 31, 2009

kalau menurut saya,yang penting bagaimana system bisa menerjemahkan perintah pengambilan barang dalam bentuk ‘batch picking’ yang sudah dilengkapi dengan lokasi barang plus qty-nya

15. aororaoperations - April 2, 2009

Mengenai Lead Time kalau menurut saya ditetapkan berdasarkan waktu yang dibutuhkan saat pengisian barang (transportasi Darat/laut/udara) misalnya Distribution center ada di Jakarta , akan kirim barang ke Medan maka lead time ditentukan sesuai dengan waktu pengisian barang ke medan, misalnya waktu tempuh dari Jakarta ke Medan 3 hari maka Lead Timenya harus di set sesuai dengan waktu tempuh tersebut, dan ini berlaku Generic untuk all Item/SKU, dan Lead time ini akan dipergunakan sebagai salah satu dasar perhitungan Ekonomic order Quantity dan ROP (Re order point), sedangkan untuk menghitung safety stock atau buffer stock dapat menggunakan rumus berikut (Model continuous review) yang terdapat pada perhitungan reorder Point : R = dxL + z x sdev dimana z x sdev = Safety stock
Note : R = Reorder Point, d= Average daily demand, L = Lead time in days, z Number of standard deviations for a specified probability, sdev = Standard deviation of usage during lead time.

Ok demikian penjelasannya..

Salam,

Aorora

16. aororaoperations - April 12, 2009

Thanks Anise atas tambahan Commentnya..

Salam,

Aorora

17. Rio - April 22, 2009

Halo,
Saya mau menanyakan bagaimana cara membuat methode FIFO
yang karakter partnya pakai trolley dan memerlukan banyak baris

Terima Kasih atas bantuannya

18. yoni - May 16, 2009

Hallo,
Saya mau menanyakan proses detail masalah sistem manajemen gudang dengan aturan FIFO, untuk menghindari Expired date dari barang produk makanan, dan menanyakan bagaimana konsep marketing yang di pakai sehingga tidak ada penumpukan barang di gudang yang tidak laku terjual terima kasih

19. Asti - May 17, 2009

Salam Kenal,

Terima kasih atas informasi yang lengkap mengenai Warehouse Operations yang disampaikan…menambah wawasan baru untuk saya yang belum memiliki pengalaman di bidang Warehouse ini…

Ada yang ingin saya tanyakan, bagaimana menghitung jumlah orang yang dapat dimanfaatkan apabila yang diketahui hanya jumlah total pieces untuk sekian banyak article dan mereka akan ditempatkan di sekian counter ( mis. 70 counter )….

Mohon informasi untuk rumusnya bagaimana….

Terima kasih sebelumnya..

aororaoperations - May 17, 2009

Mungkin teman-teman ada yang bisa sharing pengalaman?

Salam…

20. irland ismail - May 29, 2009

Hi, blog kamu bagus n informatif banget..Btw, saya memerlukan informasi untuk menghitung jumlah salesforce untuk distribusi barang..Parameter apa saja yang menjadi dasar perhitungan agar jumlah tersebut efektif dan efisien dalam Pendistribusian barang terutama produk baru

aororaoperations - May 30, 2009

Halo Ismail..salam kenal juga dalam pendistribusian barang kalo menurut saya sih..untuk menentukan jumlah Sales Forcenya harus memperhatikan beberapa aspek dimana yang menjadi dasar utamanya adalah besar kecilnya market dan wilayah launchingnya sehingga sales tidak menembak angin dari situ dapat diprediksi forecasting perolehan salesnya perwilayah.. setelah itu masuk ke konsep Territory management, dalam territory management ini rencana penempatan dan operasional sales force mulai dibangun,aspek finanace juga harus diperhatikan dalam berapa term waktu bisa BEP?, karena launching product = investasi baru..,so untuk menentukan jumlah Sales force dari survey lihat potensi customer per wilayahnya dan batasan maksimum loading salesnya tiap industri beda.. tergantung sales activity dan jenis produk yang dijual, setelah itu design rute , dan siklus kunjungannya.. nah dalam setting rute kunjungan ini perlu diperhatikan beberapa prioritas : jarak, market capacity,daya jangkauan sales, siklus produk, terutama budget sales juga diperhatikan, yah mungkin ini dulu penjelasannya..mungkin rekan-rekan ada yang mo sharing?

Salam,

Aorora

didik s - December 13, 2009

saya sangat terimakasih atas infonya ..
cba bisa di sharring tentang sample lay out gudang finish goods yang flexibel & efisien….

Thank You Very Much

21. Mujahid - September 7, 2009

Salam,
Saya baru I klik this blog, materi yang di sajikan ok banget sesuai informasi yang saya butuhkan selama ini.Terimakasih.

22. bule - January 18, 2010

hi, saya pengen tau bagaimana cara menghitung dead stock untuk kategori barang tools.
Thanks a lot

23. Aga Permana - January 31, 2010

Hi,thanks buat infonya sangant berguna sekali,Btw ada yg saya mau tanyakan tentang perhitungan Day of Inventory (DoI),selama ini saya menghitung DoI tiap produk dengan rumus sbg berikut :
DoI=Saldo akhir/Penjualan selama sebulan/Jumlah hari kerja
apakah rumus itu sudah benar?dan apabila salah,rumus untuk mneghitung DoI seperti apa?

Terima Kasih

Lita - January 29, 2012

SALAM,
saya juga sedang mengerjakan sebuah project agar DOI PM kami tidak tinggi , yang saya tanyakan bagaimana caranya agar laporan penjadwalan saya sesuai akurat (mencegah DOI tinggi)

24. Mel - February 15, 2010

Hi, blog ini bgs bgt.. ^.^
Pas bgt sekarang saya lagi ada proyek buat mencegah supaya DOI tidak terlalu tinggi..
Saya mau tanya, disini saya perhitungan DOI itu adalah
value dari seluruh material dibagi dengan COGS dalam 6 bulan dikali 180 hari.
Apakah menurut Anda rumus itu benar?

Lalu Saya merencanakan untuk menentukan tingkat buffer untuk tiap material untuk mencegah DOI yang tinggi..

Disini saya membagi 2 antara material yang slow moving dan fast moving.
Hanya saja saya masih belum mendapat rumus yang sesuai.

Apakah Anda mempunyai saran rumus apa yang kira-kira cocok untuk produk yang slow moving ataupun yang fast moving?

Terima kasih.

Salam,

Mel

25. ega - March 7, 2010

Thank’s banget nih buat yang punya blog, lagi searching2 buat presentasi..lagi tes kerja nih, tes terkhir presentasi buat warehouse, okeh ni artikel..banyak inspirasi muncul dari sini..aku coba serap deh ilmunya..

thanks iiiiaaa

26. Dani suryana - March 22, 2010

Hi, saya pengin tau dalam menjaga akurasi stock faktor apa yang mempengaruhinya Man,Macine,Methode, Material, improvmrnt, karena kami kesulitan dalam menetukan metode yang tepat (case Factory)

27. danisuryana - March 28, 2010

thks, tanya bagaimana membuat sistem saya berjalan di lihatan dari man, matode , macine, n improevnt agar sistem dapat berjaln….

28. arya maesa - December 29, 2010

thnks bgt ne blog,,,sangat2 membantu,kebetulan saya jua lgi tahap belajar ne…dalam penanganan gudang…..trus di update yea,tentang warehouse management

bravoooo…..bravoooo

29. reafkee - February 15, 2011

salam kenal…
blog yang bermanfaat dan sangat membantu…

thanks

30. ryan hidayat - May 10, 2011

tolong di bantuh yah…
saya punya tugas ni di suruh membuat konsep,sistem, dan nti finis’a di suruh membuat gambaran gudang..
gmn yah cara’a tolong saran’a segerah.thank’s

31. avatarx - May 24, 2011

thanks bro infonya berguna banget…

32. Atan Aje - August 6, 2011

berikan info yg baex dunx tuk warehouse keeper yg bru

33. rika martalena dari palembang - October 29, 2011

saya lagi bermasalah mencari langkah-langkah atau cara kerja FIFO administrasi..
tolong bantuannya…

34. budi bong - November 6, 2011

nice article… simple n easy to understanding

35. irwan.indaco@gmail.com - November 7, 2011

Informasi yang sangat membantu dan sangat bagus…….. Ane mau tanya cara penghitungan Stock Level,yang rencananya akan di update stiap 4 bulan sekali. Stock Level tersebut dibuat per depo dan pusat sendiri juga ada…gimana ya caranya n rumusnya?

Thanks banget broooo

Irwan B

36. ratih - January 20, 2012

Tolong bantu dong, apa rumus utk menghitung daya tampung gudang..
Mkasih :)

37. citra - March 21, 2012

mau nanya bagaimana cara menghitung ROP jika cuma lead time n stock opname yg diketahui??

38. yousfi - March 28, 2012

says Sangat senang membukah laman ini

39. Campirlo21 - June 11, 2012

Thanks..

40. yudi - October 3, 2012

Dear All,

Sangat bagus sekali blog ini…Saya mau tanya , apakah perlakuan ROP untuk Warehouse Distribution center di bedakah dengan warehouse non DC? kalau boleh tahu formula dari ROP untuk warehouse DC bagaimana ya?
Thanks.

41. kurnianti - December 4, 2012

Wahh infonya sangat bermanfaat menambah wawasan.
Terimakasih :)

42. wawan penggong - December 12, 2012

Dear All,
Bagaimana menghitung kapasitas gudang dengan system raking 4 lantai dengan luasan gudang 6000 m2
Thanks

43. Blog Writer - February 27, 2013

Mantaps..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: