Hidup Abadi
Bumi ini indah
Hidup berkecamba dalam lembah harapan.
Doa-doa dikabulkan.
Tuhan berdiam di seberang batas.
Surat kabar tak pernah tahu tentang candi babel.
Pisau tidak dipakai untuk membunuh.
Dia tertawa ria bersama Abel
Rerumputan tak pernah menjadi layu
Hijau segar senantiasa.
Merpati bersarang pada moncong senjata pemusnah.
Nyamuk dan Lalat tidak lagi mati menabrak kaca.
Semua jalan terbuka lebar.
Diatas atlas lenyaplah segala tanda batas.
Setiap ucapan dapat dimengerti.
Siapa yang katakan ya, tetap ya,
dan ucapan : aku cinta, berarti kini dan selamanya.
Kemarahan melebur perlahan.
Tangan lusuh kaum papa, penuh rejeki.
Tembakan bising musnah ditelan cakrawala.
Dikala senja, malaikat berdiri pada gerbang.
Tangannya memegang daftar nama
dan bila aku mati, dia berbisik :
bangkitlah!
(Rudolf Otto Wiemer)
Comments»
No comments yet — be the first.