jump to navigation

Managing OneSelf September 4, 2008

Posted by aororaoperations in Operational Excellence.
trackback

A manager is responsible for the application and performance of knowledge. Peter Drucker

Pada tulisan ini saya menuliskan kembali secara bebas artikel managing one self yang ditulis oleh Peter Drucker yang dikenal sebagai “Bapaknya Management modern”, Dalam bukunya The classic Drucker, yang berisi kumpulan artikel tentang management dalam salah satu artikelnya yakni “Managing One Self”, dijelaskan :

Sejarah tentang Achiever

Success in the Knowledge Economy Comes to those Who know themselves, their strenghts, Their value  and how they best perform

Dalam dunia ini sejarah telah mencatat orang-orang hebat yang berhasil mencapai keberhasilan dalam hidupnya, sejarah telah mencatat nama Napoleon, Da Vinci, Mozart. Mereka disebut telah berhasil mengembangkan kemampuan potensi serta talentanya yang unik hingga melampaui  orang-orang pada umumnya, Selain itu mereka juga masuk dalam kategori orang yang telah keluar dari batasan diri mereka sendiri . Mereka dapat kita jadikan sebagai contoh sehingga kita pun dengan segala keterbatasan kita harus mulai belajar untuk memanajemani diri sendiri untuk melakukan pengembangan diri , bagaimana kita dapat memberikan kontribusi yang besar , dan dapat mengetahui bagaimana  dan kapan untuk melakukan perubahan pada pekerjaan yang kita lakukan dalam 50 tahun masa kerja kita.

What are My strengths

It Takes far more energy to improve from incompetence to mediocrity than to improve from first rate performance to excellence

Banyak  orang tidak sadar dan mengetahui tentang kekuatan (strengths mereka) ,karena mereka lebih sering berfikir terhadap kekurangan atau kelemahan mereka sehingga akhirnya banyak orang berpandangan salah tentang hal ini .

Dalam sepanjang sejarah , orang-orang pada umumnya hanya sedikit tahu tentang kekuatan-kekuatan mereka. Seseorang yang lahir pada suatu  posisi dan garis pekerjaan tertentu misalnya anak petani akan menjadi petani, anak perempuan montir  akan menjadi istri montir, dan seterusnya. Tetapi sekarang  telah terjadi pergeseranyakni orang mulai mempunyai pilihan terhadap pekerjaan mereka.

 Kita perlu tahu kekuatan kekuatan kita dalam rangka untuk mengenal apa yang kita miliki. Cara untuk menemukan kekuatan-kekuatan kita dapat  melalui feed back  analisis. Yaitu menuliskan harapan kita yang kita harapkan akan jadi kenyataan setelah itu  9 atau 12 bulan kemudian kita bandingkan kenyataan hasilnya dengan harapan yang kita buat. Metode ini ditemukan pada abad ke 14 oleh teolog jerman dan diangkat kembali setelah 150 th oleh John calvin dan Ignatius Loyola. Metode ini akan menunjukkan apa yang kita kerjakan dan kegagalan/kesalahan yang kita buat yang bukan merupakan kekuatan kita. Ini akan menunjukkan hal-hal utama dimana kita tidak kompeten. Beberapa hal yang perlu dilakukan berdasarkan feedback analisis adalah : 1. Konsentrasi pada kekuatan kita, 2 Bekerja pada kekuatan kita, 3. Menemukan arogansi intelektual kita

How do I perform (Berkinerja) ?

Do not try to change yourself you are unlikely to succeed.Work to improve the way you perform

Pada umumnya orang mengerjakan sesuatu bukan dengan kemampuan perform yang mereka miliki,sehingga dalam kasus ini suatu pertanyaan yang perlu ditanyakan adalah , Bagaimana perform yang  saya miliki? Mungkin merupakan pertanyaan yang lebih penting dibandingkan dengan apakah kekuatan ku?  Karena Orang memiliki perform yang unik dan telah dimiliki jauh sebelum seseorang itu bekerja. Contoh saya seorang Reader atau Listener?, lebih jauh lagi sedikit orang  tahu bahwa dia adalah reader atau listener dan sangat jarang orang memiliki keduanya. Tetapi beberapa contoh akan menunjukkan bagaimana dampak negatifnya jika kita mengabaikan perform yang kita miliki. Contoh yang menarik adalah Dwight Eisenhower dia sangat disukai oleh Pers karena dia mampu untuk menjelaskan situasi dan kebijakan dalam kalimat yang bagus dan elegan . 10 tahun kemudian terjadi sebaliknya, Eisenhower tidak menyadari bahwa dia adalah seorang reader bukan listener. Karena hal sebenarnya yang terjadi sebelumnya adalah saat ia seorang komandan di eropa ajudannya harus memastikan bahwa semua pertanyaan dari pers telah di sajikan dalam bentuk tulisan,  paling lambat setengah atau satu jam sebelum konferensi dimulai sehingga darisini dapat dimaklumi bahwa betapa kesulitannya dia saat menghadapi situasi wawancara secara mendadak, sedangkan contoh listener dapat terlihat dari sosok Franklin D Roosevelt dan Harry truman mereka sangat enjoy dengan konferensi pers kemudian Lyndon Johnson,selain Eisenhower reader yang lain adalah John F Kennedy  sehingga dalam sejarahnya dia mempunyai grup penulis sebagai asistennya.

How do I Learn ?

Hal- hal lain yang perlu diketahui adalah How do I Learn? Kita dapat mengambil contoh perjalanan  Winston Churchill yang sangat kurang saat sekolah,sehingga sekolah menjadi hal yang menyiksa baginya dan ternyata dia mempunyai kekuatan cara belajar dengan Writing. Sehingga  penjelasan dari hal diatas adalah bahwa cara belajar writer tidak bisa dilakukan dengan cara Listening dan reading, mereka belajar dengan cara menulis (Writing), dimana cara ini tidak diperbolehkan di sekolah saat itu oleh sebab itu maka mereka menjadi sangat kurang di kelas/sekolah dan dapat grade yang rendah. Sekolah pada umumnya mengasumsikan bahwa hanya ada satu jalan untuk belajar dan itu berlaku sama pada semua orang  padahal pada kenyataannya tidak demikian.Lebih dalam lagi kalau mau di teliti lebih lanjut pada perkembangannya ada hampir ½ lusin cara untuk belajar.Contoh Churchill dengan Writing nya , Beethoven dengan  sketch  books nya,tetapi ternyata ada juga orang yang belajar dengan Talking (berbicara).Sehingga pada perkembangannya kita dapat dengan lebih mudah mengetahui bagaimana cara saya To Learn terhadap sesuatu hal, selain contoh sebelumnya ada juga orang yang akan bekerja secara baik saat sebagai Sub ordinat atau bawahan kita dapat menyebutkan nama Jendral George Patton.Dalam hal ini beberapa orangakan mampu bekerja dengan baik sebagai anggota tim, tetapi ada juga sebagai pelatih , Mentor atau bekerja Sendiri, sesuai dengan bakatnya masing-masing. Ada sebuah pertanyaan krusial yang perlu dijawab  apakah saya cocok sebagai adviser atau pembuat keputusan? krn ada orang yang bagus sebagai adviser tetapi tidak sebagai pembuat keputusan.dan ini terkait dengan masalah promosi dalam organisasi sehingga kadang terjadi kegagalan dalam promosi karena tidak melihat hal ini.

Sebagai kesimpulan dari hal diatas adalah bahwa jangan mencoba untuk merubah diri kita tidak akan berhasil tetapi kita harus bekerja keras sesuai dengan perform yang kita miliki. Dan jangan mencoba untuk mengambil pekerjaan dimana kita tidak perform pada pekerjaan tersebut.

What are my value

What one does well even very well and successfully may not fit with one’s value system

Untuk mampu dalam managemen pribadi akhirnya kita harus bertanya Apakah nilai-nilai yang saya anut? Cara mengetahuinya dapat menggunakan cara mudah yang disebut “mirror test”, pada awal abad 20 diplomat yang paling dihormati diantara negara besar saat itu adalah Duta besar Jerman di London. Jelas ditakdirkan untuk hal-hal yang besar untuk menjadi menteri luar negeri bagi negaranya paling tidak sebagai Kanselir Federal. Sebelum tahun 1906 dia dengan tiba-tiba mengundurkan diri dari makan malam yang disediakan oleh korp diplomatik untuk Edward VII. Raja itu terkenal dengan nama buruk sebagai “womanizer”. Duta besar dalam laporannya mengatakan Saya menolak untuk melihat germo di kaca pada pagi hari ketika saya sedang cukur. Itulah yang disebut sebagai miror test . Etika meminta untuk menanyakan pada diri kita apakah jenis orang yang ingin dilihat dalam kaca pada pagi hari.

Bekerja pada suatu organisasi dimana nilai – nilainya tidak dapat diterima/tidak sesuai dengan orang orang yang didalamnya akan membuat orang frustasi dan menjadi tidak perform.

Where do I belong

Sedikit orang yang tahu lebih dini tentang sesuatu yang mereka miliki “Belong”, ahli matematika, ahli musik , juru masak , secara lebih cepat  mereka mengetahui empat atau lima tahun,dokter-dokter biasanya memutuskan karir mereka saat berusia belasan tahun,jika tidak terlalu dini, ada juga yang menyadari saat dipertengahan umur 20 an. Saat usia itu seharusnya mereka sudah dapat menjawab 3 pertanyaan : Apakah kekuatan-kekuatanku?, Bagaimana Perform saya? Dan apakah nilai Nilai yang saya ikuti? . kemudian mereka dapat dan seharusnya memutuskan apakah yang tidak mereka miliki (Belong) ,atau dengan kata lain dimanakah potensi /bakat mereka dan dimana mereka tidak mempunyai bakat. Misalnya orang orang yatidak mempunyai kemampuan untuk membuat keputusan-keputusan seharusnya dapat monolak posisi yang mengharuskan mereka membuat keputusan, sebagai contoh Jendral Patton seharusnya dia tidak menerima tugas sebagai komandan yang independen

Karir karir yang sukses tidak terencana, karir berkembang ketika orang -orang mempersiapkannya  pada suatu kesempatan-kesempatan,  karena mereka mengetahui kekuatan mereka, metode mereka dalam bekerja, dan nilai-nilai mereka. Tahu dimana suatu kemampuan/Belong merubah orang biasa  dengan bekerja keras dan berkompetensi tetapi cara lainnya dari yang tanggung kedalam outstanding performer.

What should I Contribute

Sepanjang sejarah sebagian besar orang tidak pernah bertanya bagai mana seharusnya kontribusi saya? Mereka akan balik bertanya apakah kontribusi itu ? karena tugas mereka telah diatur oleh jenis pekerjaan mereka masing-masing sehingga mereka akan ter pola sesuai dengan pekerjaan yang memang telah diperuntukkan oleh mereka. Hingga tahun  1950 an dan tahun 1960 an orang-orang pekerja yang mempunyai pengetahuan yang disebut Para Knowledge Worker mulai menemui departemen personalia untuk merencanakan karir mereka. Namun sampai  akhir tahun 1960 belum ada seorangpun yang berkeinginan untuk membicarakan lebih jauh tentang pekerjaan mereka, hingga setelah itu para pria dan wanita muda mulai bertanya apakah yang sebenarnya ingin saya kerjakan? Dan nah..itulah yang disebut keinginan untuk memberikan kontribusi terhadap sesuatu dengan lebih dalam.

Untuk dapat menjawab pertanyaan tentang bagaimana  kontribusi yang harus mereka berikan ada 3 pertanyaan yang harus mereka jawab : 1. Apakah yang dibutuhkan pada situasi saat itu?, 2 .Dengan menggunakan kekuatan, cara untuk perform, dan nilai bagaimana saya dapat memberikan kontribusi yang besar yang memang perlu untuk dilakukan? Dan terakhir 3. Apakah hasil yang dicapai akan membuat perbedaan? . Berdasarkan pengalaman administratori  rumah sakit yang baru ditunjuk. Rumah sakit itu sangat besar dan prestisius dengan reputasinya selama 30 tahun.Administrator baru itu kemudian memutuskan bahwa kontribusinya adalah membangun standar  yang excellence dalam suatu area yang penting selama 2 tahun, dia memilih fokus di ruang gawat darurat , dia memutuskan bahwa setiap pasien yang datang ke ER harus ditangani oleh perawat yang qualified dalam 60n detik , sehingga pada jangka 12 bulan ER rumah sakit tersebut menjadi model ER seluruh Amerika serikat dan dalam 2 tahun rumah sakit tersebut telah bertransformasi.Akhirnya hasil harus terlihat dan jika memungkinkan juga harus terukur.Dari hal ini kita dapat berlatih untuk membuat aksi : Apa yang dilakukan, dimana, bagaimana memulai, apakah tujuannya dan batas waktu yang di susun.

Responsibility For Relationship

The first secret of effectiveness is to understand the people you work with so that you can make use of their strengths

Hanya sedikit orang yang bekerja untuk dirinya sendiri dan berhasil mencapai target hanya dengan diri mereka sendiri. Artis hebat, Ilmuwan ternama, dan atlit berprestasi. Sebagian besar orang bekerja dengan orang lain dan lebih efektif bila bekerja sama. Pertama harus menerima fakta bahwa orang lain adalah seperti diri kita sendiri. Karena agar menjadi lebih efektif kita harus mengenal dan mengetahui kekuatan, model performan dan nilai/value Co Worker atau yang menjadi partner kerja kita.

Bagian kedua dari tanggung jawab hubungan/relationship adalah pertanggung jawaban terhadap suatu proses komunikasi. Saat ini sebagian besar orang bekerja dengan orang yang mempunyai perbedaan tugas dan tanggung jawab misal marketing vice president , mungkin dia hanya tahu mengenai hal yang berkaitan dengan sales saja tapi dia tiadk tahu mengenai  pricing, advertising , packaging dan sebagainya, sehingga karena itu kita mempunyai tanggung jawab agar marketing vice  presiden mengerti  tentang apa yang kita lakukan demikian juga sebaliknya inilah yang menjadi tanggung jawab co worker.

The second half of your Life

There is one prerequisite for managing the second half of your life : You must begin doing so long before you enter it

Ketika bekerja  seorang buruh manual tidak perlu khawatir terhadap bagian kedua hidup mereka . karena mereka hanya mengerjakan segala sesuatu yang menjadi rutinitas mereka.Tetapi pada perkembangannya pekerja sekarang adalah para pekerja dengan sebutan knowledge work yang mungkin tidak akan bekerja sampai 40 tahun dan bisa jadi sebelum itu mungkin mereka menjadi bosan. Kita pernah mendengar tentang krisis seorang Executive pada usia 45 tahun. Pada usia itu Executive pada umumnya mengalami puncak karir bisnis mereka . setelah 20 tahun mengerjakan jenis pekerjaan yang sama. Maka dari itu mereka perlu karir kedua yang harus dipersiapkan secara lebih awal misalnya  melakukan pekerjaan sosial diluar pekerjaan mereka atau hal yang lain. Sehingga kegiatan tersebut menjadi kehidupan diluar organisasi/pekerjaan rutin knowledge  worker , dan akhirnya dari  pergerakan mereka , timbul kebutuhan   untuk manage one self (Manajemen diri) yang  menimbulkan revolusi dalam hubungan antar manusia.

                                                                                               (By Aorora)

Comments»

1. PIO - March 19, 2009

GREAT BRUR


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: