jump to navigation

Lima Jenjang Kepemimpinan (2)

Bagian 3

Pada halaman berikut ini-halaman tiga, hanya hal-hal yang bersifat praktis. Tentang bagaimana berpindah dari satu level ke level berikutnya karena jika saya mendengarkan ceramah tentang Lima Jenjang Kepemimpinan, mengerti pengaruhnya atas saya sebagai pemimpin, maka saya tentu saja akan bertanya bagaimana caranya naik dari satu jenjang ke jenjang berikutnya. Karena itu saya akan meminta waktu anda untuk menengok kembali jenjang-jenjang tersebut. Anda bisa membaca dan menemukan hal-hal yang anda perlu lakukan. Ada kira-kira setengah lusin hal yang perlu dilakukan pada setiap jenjang. Jenjang Pertama-saya tidak akan membicarakan semuanya lagi-anda tahu deskripsi pekerjaan anda secara menyeluruh. Anda harus menerima tanggung jawab. Saya suka yang kedua dari terakhir-mengerjakan lebih dari yang diharapkan, di jenjang pertama. Ini merupakan jalan terbaik buat naik ke jenjang ke dua. Sebelum anda sampai di Jenjang Izin, anda tentu saja harus positif, bagaimana menyapa dan mencintai orang lain. Lakukan jika baik, kalau tidak, jangan; dan libatkan orang lain dalam perjalanan anda kesana. Dengan kata lain, milikilah sesuatu lebih dari sekedar hubungan. Pada huruf C-Jenjang Produksi, berinisiatiflah untuk menerima tanggungjawab untuk tumbuh, berkembang, dan tentukan tujuan anda sehingga anda tahu betul kemana arah yang anda tuju di dalam organisasi, pahami dan lakukan hal-hal yang memberikan imbalan tinggi sebagaimana yang saya ajarkan dalam Prinsip Pareto 80-20. Video lainnya-saya mengajar anda mendapatkan imbalan yang tinggi, dan membuat keputusan yang sulit yang akan membuat perbedaan di jenjang nomor empat-Sadari bahwa orang adalah aset anda yang paling berharga-Itulah hal-hal yang akan membantu anda mengerahkan usaha kepemimpinan kepada 20 orang peringkat teratas dalam organisasi. Namun demikian, ada prinsip lain yang saya ajarkan dalam kuliah tentang Pareto di video lainnya. Tetapi agar efektif, anda harus mempelajari siapa orang-orang tersebut, kerahkan hidup anda bagi mereka dan meluncurlah ke Jenjang Kharisma, dan nikmatilah jika-jika kita bisa sampai kesana. 

Sekarang mari kita mengerjakan beberapa latihan yang bersifat praktis, yang bisa membantu anda dalam menerapkan semua yang telah saya ajarkan, menerapkannya dalam hidup anda. Ketika anda mempelajari Lima Jenjang Kepemimpinan, pahami ini: Huruf A. Setiap jenjang dibangun di atas jenjang sebelumnya. Benar, bukan? Anda harus mengerti cara kerja jenjang-jenjang tersebut. Dengan kata lain-setiap kali anda berada pada satu jenjang, anda tidak pernah meninggalkan jenjang tersebut, anda hanya membangun diatasnya. Misalnya, anda berada di jenjang nomor dua, jenjang hubungan, anda tidak akan meninggalkan hubungan anda untuk naik ke jenjang nomor tiga, karena justru disinilah letak pijakan anda, pondasi hubungan yang tidak bisa tidak, harus tetap dipelihara. Huruf B. Pada jenjang yang berbeda, pemimpin akan bersama orang-orang yang berbeda. Saya akan menjelaskannya lebih pelan karena saya ingin memastikan bahwa saya mengajarkannya dengan baik. Seorang pemimpin akan bersama orang-orang yang berbeda di jenjang yang berbeda. Mari kita bicarakan. 

Yang mau saya katakan, saya akan menggunakan latihan ini sebagai contoh agar anda tetap bisa mengikuti (penjelasan) saya, dan saya ingin meminta anda mengisinya, kemudian kita bicarakan bersama. Kalau anda sedang menonton videonya, silakan matikan videonya dulu lalu mengerjakan latihannya, atau boleh juga anda mengerjakannya nanti sebagai tugas. Mari kita melakukan latihan ini bersama-sama. Di dalam organisasi anda, akan ada berapa orang di setiap jenjang kepemimpinan anda? Ini pertanyaan yang bagus. Tuliskan jumlah orang dan persentasinya pada setiap jenjang. Saya akan menggunakan Skyline sebagai contoh untuk mengisi yang kosong agar nanti anda bisa memahami bagaimana menghubungkannya dengan organisasi anda. Di Skyline kira-kira ada sekitar tiga ribu orang yang menghadiri misa secara teratur. Jadi pada jenjang pertama, ada 3000 orang di gereja, atau di organisasi kami untuk melaksanakan hal yang bersifat reguler. Jika ada 3000 orang, pertanyaannya, ada berapa orang di jenjang nomor satu? Sebutkan. Tiga ribu-benar sekali. Ada tiga ribu orang pada pada jenjang nomor satu. Sederhana. Berapa orang yang anda punyai di organisasi anda? Itulah jumlah orang anda di jenjang pertama.   

Sekarang mari kita pindah sejenak ke jenjang hubungan. Ada berapa orang yang ada pada jenjang nomor dua ini? Di Skyline-saya beri angkanya dulu baru menerangkan prinsipnya. Anggaplah 1000. Barangkali ada seribu orang di jenjang kedua dan persentasinya, jika pada jenjang pertama 100% dengan 3000, maka sekarang katakanlah 33%. Dengan kata lain hanya sepertiga di dalam organisasi yang bisa mencapai batas jenjang nomor dua. Mungkin anda bertanya, “Mengapa begitu, John?” Ya, karena saya tidak bisa memiliki hubungan dengan setiap orang. Organisasinya terlalu besar. Tidak mungkin saya bisa menjalin hubungan dengan setiap orang. Saya tahu nama kira-kira 2400, tetapi itu tidak berarti saya banyak berhubungan dengan mereka-maksud saya saya tidak tahu apa yang mereka kerjakan dalam hidup mereka, saya tidak tahu apapun kecuali nama mereka. Tentang 1000 orang tadi, ini yang saya ketahui. Saya mengenal mereka, saya tahu nama mereka, saya tahu apa pekerjaan mereka, saya menjalin hubungan dengan mereka. Saya punya hubungan dengan mereka. OK. Sekarang perhatikan ini-Jenjang Produksi, 800, 25 %. Dari 1000 orang yang hadir secara teratur tadi, hanya ada kira-kira  800 yang menjadi bagian dari pertumbuhan gereja. Saya tidak mengatakan hal itu salah. Saya mencoba untuk tidak berpikir negatif. Saya hanya mau anda mengerti bahwa hanya sebagian kecil yang benar-benar melihat dan menyadari pertumbuhan itu. Misalnya, pada misa ke empat kami di East County minggu lalu.Dalam mia itu saja ada kira-kira seribu, seribu satu atau dua orang yang hadir, dan Spence, berapa orang yang datang di misa pertama? Seratus enam puluh tujuh. Seratus enam puluh tujuh orang yang baru pertama kali datang ke gereja itu. Ini contoh yang sangat sempurna. Kita punya 1002 orang, tetapi pendatang baru hanya 167-sungguh persentasi yang sangat kecil. Benar bukan? Tidak semua orang keluar dan mengundang seseorang, tidak semua orang berada pada jenjang nomor tiga, Jenjang Produksi.

Jika anda naik ke jenjang nomor empat, tuliskan angka 600. Disini tempat kita mengembangkan orang. Kita mengembangkan orang untuk membantu kita memikul beban. Jumlahnya kira-kira 20% dari kongregasi. Inilah orang-orang inti gereja. Inilah orang-orang yang bisa dikader, dikembangkan, diperlengkapi, dan dibimbing. Di jenjang ini pemimpin memiliki tanggungjawab, memikul beban, berada pada jenjang kepemimpinan dimana mereka membuat perbedaan. Di Jenjang Kharisma, menurut pengalaman saya di Skyline, tulis-jumlah orangnya-tulis satu dan diatasnya sebelah kanan tulis, ibu saya. Menurut ibu, saya berada di jenjang nomor lima. Ibu saya dengan tulus mengatakan, “John, kamu sudah siap untuk menjadi santo, anakku, putraku.” OK. Itu dia. Saya muncul dari 3000 dan itu ibu dan-Randy mengatakan dia menelepon Ben untuk mempertimbangkannya lagi, jadi saya tidak tahu, mungkin saya kehilangan ibu pada level-oh OK Margaret mengatakan demikian juga. Kamu sedang menonton.

 

Saya berada di jenjang ke lima bersama Margaret. Jadi saya memiliki dua orang. Lihat? Ini berkembang. Saya mengerjakannya dengan lebih baik. Sementara saya memberikan kuliah ini, kepemimpinan saya sesungguhnya sedang tumbuh persis di depan mata saya. Di jenjang Kharisma ini saya memiliki dua orang.

Itulah sebuah latihan untuk membantu anda. Yang anda harus lakukan di sesi berikutnya atau sebagai pastor dan staf, dengan siapapun anda sedang bekerja, yang perlu anda lakukan pada sesi ini anda perlu mendapatkan kongregasi, anda harus mendapatkan organisasi, anda harus mendapat departemen kalau anda di departemen-dimanapun anda berada, tanyalah diri anda sebuah pertanyaan-ada berapa orang di jenjang pertama? Ada berapa orang di jenjang nomor dua? Berhenti sejenak disini-bagi yang bertipe melankolis-jangan kuatir jika anda tidak terlalu bisa mengetahui setiap orang. Biarkan saja-santai saja. Saya ingin membantu yang melankolis-ajak orang yang bertipe sanguine untuk berjalan bersama. Mereka akan mengimbangi anda agar anda tidak terlalu depresi kalau anda tidak bisa mengetahui setiap orang pada jenjang dimana anda bekerja. Itu cuma perkiraan-jelas saya tidak duduk saja dan mengatakan 3000-bukan, 2098 pada jenjang nomor… Tidak. Saya tidak melakukan yang seperti itu. Anda, cukup menyenangkan orang-orang anda dan memahaminya. Semua ini merupakan petunjuk untuk membantu anda memahami kepemimpinan.

Bagian 4

Huruf C-Pengikut bereaksi menurut jenjang dimana mereka berada bersama pemimpinnya. Ini sebuah kunci penting. Pengikut bereaksi menurut jenjang dimana mereka berada bersama sang pemimpin organisasi. Sekarang saya akan memimpin anda dalam sebuah latihan lain. Mari kita lihat seberapa baik anda mengerjakannya. Misalnya, sebuah perubahan yang kontroversial dibutuhkan demi pertumbuhan organisasi. Reaksi berbeda macam apa, yang timbul diantara orang-orang  di dalam organisasi? Sudah kita ketahui bahwa mereka berada di jenjang yang berbeda, bukan? Karena kita sudah mengetahui hal ini maka kita juga tahu sebuah hal tentang orang-orang ini. Reaksi anda terhadap saya tergantung pada jenjang dimana saya berpijak. Mari kita kembali kepada ilustrasi saya sejenak. Kita mengatakan, misalnya, saya berada di jenjang kedua bersama Sandi, saya berada di jenjang nomor empat bersama Brian, dan di jenjang pertama bersama Paul. Pada saat saya berdiri di depan kongregasi saya dan mengatakan, OK saya ingin membuat beberapa perubahan-kita akan merelokasi gereja,” itu yang kami lakukan di Skyline. Kalau saya membuat perubahan besar, tentu diperlukan jumlah dana yang besar, juga orang, waktu, dan usaha. Saya  harus tahu bahwa tidak setiap orang di dalam kongregasi saya bereaksi sama. Benar, ‘kan? Maksud saya, apakah Sandy yang berada di jenjang kedua akan bereaksi sama dengan Brian yang berada di jenjang nomor empat? Brian bersama saya. Saya mengembangkannya, saya menjadikannya kader, saya telah  membimbingnya. Dia tahu betul isi hati saya. Dia tahu motif saya. Kami telah berjuang bersama-sama. Maka ketika saya mengatakan saya akan merelokasi gereja, dia langsung mengangkat tangannya dan berkata, ” Saya setuju.” Dan Paul mengatakan,  “Wow, keemozabe.(?)” Cuma itu. “Tunjukkan kepada saya.” Dia dari Bazeera (?), dan wajahnya sepertinya bisa mengatakan bahwa dia itu tamu, orang baru. Anda mengerti maksud saya?

Saya  telah melemparkan gagasan perubahan di dalam kongregasi saya. Yang harus saya sadari betul adalah bahwa ketika saya melemparkannya, mereka yang menerimanya  akan menunjukkan reaksi yang berbeda. Memang sebaiknya saya menyadari hal itu. Yang mencengangkan, para pemimpin sering tidak paham mengapa mereka ditolak mentah-mentah. “Mengapa? Saya pikir saya sudah menyampaikannya dengan jelas.” “Oh, anda sudah mengkomunikasikannya dengan jelas. Bukan berarti Paul tidak bisa mendengar, tetapi karena Paul itu ‘kan di jenjang nomor satu, dan dia tidak siap untuk melakukan suatu hal besar bersama dengan orang yang tidak begitu dikenalnya.” Itulah yang harus kita pahami. Bukan karena pesan yang disampaikan, dan bukan juga karena kemampuan saya untuk menyampaikan pesan yang membuat perbedaan itu; melainkan karena jenjang kepemimpinan dimana mereka berada. OK, mari kita gunakan ini sebagai contoh. Tolong buka catatan anda sebentar. Ada Lima Jenjang Kepemimpinan-Jenjang Posisi, Izin, Produksi-semua ada disitu. Lalu ada lima macam reaksi, “Negatif terhadap Perubahan, Positif terhadap Pemimpin, Positif terhadap Pemimpin dan Perubahan, Terlibat dalam Pelaksanaan, dan Dukungan tanpa Syarat.” Anda masih mendengarkan saya? Mari kita lihat.     

Saya ingin bertanya, saya ingin melihat seberapa baik anda memahaminya. Misalkan saya berada di Jenjang nomor satu bersama anda. Anda semua berada di jenjang nomor satu bersama saya, tak seorangpun berada di jenjang yang lebih tinggi. Saya pastur dan anda kenal saya. Itu saja. Tidak lebih tidak kurang. Pada yang lima ini, anda akan berada dimana? Kita akan menaruh X di dalam kotak. Disebelah mana di dalam kotak kita menaruh tanda X ini? Katakan! Negatif terhadap Perubahan!-anda semua pintar. Anda bisa mengetahuinya. Anda benar sekali. Negatif terhadap Perubahan-sudah pasti anda akan bereaksi Negatif terhadap perubahan. Anda tidak akan setuju dengan hal ini.

Tetapi, misalnya saya berada di jenjang Izin, Saya suka anda dan anda suka saya. Hubungan kita baik. Dimanakah tanda X ini berada jika saya berada di jenjang nomor dua bersama anda? Positif terhadap Pemimpin-anda benar sekali. Anda suka saya. Tapi ini tidak berarti anda mau berubah, saya katakan, anda bimbang. Artinya anda tidak begitu tertarik pada perubahan. Mungkin anda tidak mau merelokasi gereja, tetapi anda ‘kan suka kepada saya, jadi anda tidak tegas mengatakan ya atau tidak. Tidak berarti anda ikut berkampanye secara total; anda menyukai saya, jadi anda masih akan melihat situasi. Yang mana saja asal baik adanya. Mungkin anda tidak akan ikut mengambil bagian, tetapi anda ada disana, supaya jangan salah.

Bagaimana kalau saya misalnya berada di Jenjang produksi? Kita sudah mengantongi kesuksesan; kita sudah punya foto bersama. Saya menang, anda menang, gereja menang. X nya ditaruh dimana? Positif terhadap Pemimpin dan Perubahan-Uh-oh, tunggu sebentar. Lihat? Saya baru saja maju selangkah lagi. Anda tidak saja menyukai saya, tetapi anda kan bilang, Yeah, kami senang kalau anda merelokasi gereja.”

Sekarang kita ke Jenjang Pengembangan. Anda tidak saja sukses bersama saya, tetapi anda juga anda dikembangkan oleh saya. Saya membimbing anda. Anda bersama Brian di jenjang nomor empat bersama saya. Kita taruh X nya dimana sekarang? Terlibat dalam Pelaksanaan. Anda lihat bagaimana semua ini saling berhubungan?

Saya meminta bantuan, dan anda semua menyingsingkan lengan baju anda. Dan jika saya berada di jenjang nomor lima, hanya ada satu tempat untuk menaruh huruf X ini-anda tahu betul, bahwa pada jenjang Kharisma, jika bagi anda saya lebih besar dari hidup itu sendiri, dan saya telah bekerja begitu lama dan semua yang saya sentuh selalu berakhir dengan kesuksesan, seperti sentuhan Raja Midas, dan jika anda merasa takut dan terbebani dengan seluruh proses ini, maka saat itu, apa yang anda peroleh adalah Dukungan tanpa Syarat.

Mari kita pindah ke huruf D. Ketika kita mengamati jenjang-jenjang kepemimpinan maka kita perlu memahami poin-poin pada huruf D ini. Dalam situasi kepemimpinan yang sehat, kecenderungan meningkat akan terlihat pada bergeraknya orang-orang ke jenjang yang lebih tinggi. Dengan kata lain jika anda telah sampai kepada lima jenjang kepemimpinan ini, saya kira kepemimpinan anda dan kepemimpinan saya, maka seharusnya sekarang ini kita sedang menyaksikan kecenderungan yang meningkat dimana orang-orang naik ke jenjang yang baru. Ingat, misalnya, ketika saya menyampaikan bahwa jumlah seluruh kongregasi saya ada 3000, namun hanya 800 yang berada di jenjang nomor empat-di jenjang kedua? Ada antrian panjang disitu, mestinya 800, 900 sampai 1000 orang. Dengan kata lain, pada setiap jenjang, makin tinggi kita naik, makin harus terlihat adanya kecenderungan peningkatan. Dan huruf E: Tanda yang paling sehat bagi sebuah kepemimpinan adalah ketika orang-orang yang berpengaruh di dalam organisasi-ingat kepemimpinan adalah pengaruh-berada di jenjang yang lebih tinggi disisi sang pemimpin.

Yang akan saya bicarakan berikut ini mungkin merupakan bagian yang terpenting dari seluruh pembicaraan kita, menyangkut Lima Jenjang Pengaruh, yakni Memahami Pengaruh dan Bagaimana Cara Kerjanya. Yang saya maksudkan adalah-jika organisasi anda sehat dan kepemimpinan anda berjalan sebagaimana mestinya, maka orang-orang anda yang pengaruhnya lebih tinggi akan berada di jenjang yang lebih tinggi, khususnya jenjang nomor tiga dan empat, Jenjang Produksi dan Jenjang Pengembangan. Yang akan kita lakukan sekarang adalah menanyai diri kita beberapa pertanyaan, tidak hanya pertanyaan-pertanyaan seperti, “Pada Jenjang Pengaruh saya berada di nomor berapa bersama orang-orang yang berbeda di dalam organisasi?” Sekarang dengarkan! Kita akan menanyai diri kita dengan pertanyaan,”Orang-orang yang bagaimana yang akan menemani saya di setiap jenjang?” Kita bertanya demikian karena ini amat sangat penting. Jika kita kembali kepada ilustrasi saya sebelumnya, misalnya, dari 3000 pada jenjang nomor satu, 800 di jenjang nomor dua, ingat? 600 di jenjang nomor tiga-mungkin anda akan mengatakan, “Tunggu dulu, John, jika anda ingin melakukan suatu kerja besar, anda tidak akan punya cukup orang. Sebagian besar orang anda berada di jenjang nomor tiga.” Tidak mengapa! Anda tahu sebabnya? Karena jika orang-orang yang berpengaruh berada di jenjang nomor tiga, saya tidak memerlukan mayoritas-sebab mereka akan mempengaruhi semua sisanya. Jadi masalahnya bukan berapa orang yang anda miliki pada sebuah jenjang, melainkan jenjangnya itu sendiri berada di nomor berapa; dan aplikasinya, lihat pada halaman 5-huruf “A”. Identifikasi dimana posisi anda sebagai seorang pemimpin, dan (ingat) dan di jenjang yang berbeda, anda akan berada bersama orang yang berbeda pula. Kita semua sudah tahu ini. Pada Jenjang Kepemimpinan berapa anda berada, di bidang yang berbeda dimana anda memiliki tanggungjawab? Dengan kata lain, Pada jenjang kepemimpinan berapa anda berada bersama,  dewan direktur anda, barangkali? dewan gereja anda?  Di organisasi? Bagaimana dengan staf anda? Orang-orang kunci anda? Bagaimana dengan asisten dan sekretaris anda? Bagaimana dengan orang-orang kebanyakan lainnya? Apakah anda ingin mengaplikasikan hal ini di dalam keluarga anda? Di jenjang berapa anda bersama pasangan hidup anda berada? Jika anda benar-benar ingin tahu, maksud saya, anda bisa mengaplikasikan hal ini di dalam keluarga anda, di organisasi anda. Semua organisasi ini bagai menunggu anda mengaplikasikan ke lima jenjang tersebut.

Mari kita melakukan sesuatu. Misalnya, apa ya! Identifikasi sepuluh orang yang paling berpengaruh di organisasi anda. Ijinkan saya membantu anda mengidentifikasi ke sepuluh orang yang paling berpengaruh di organisasi anda. Saya mempunyai kaset rekaman yang mungkin ingin anda miliki. Judulnya How to Spot a Leader (Bagaimana mengidentifikasi seorang pemimpin?) Saya menyajikannya di Enjoying Life Club beberapa tahun yang lalu. Kaset ini didisain untuk membantu anda menemukan orang-orang yang berpengaruh di dalam organisasi anda. Panjang kaset tersebut satu jam, dan anda bisa memperolehnya lewat  INJOY, 1800-323-6506. Jika anda bisa memperolehnya, maka kaset ini akan merupakan aset yang luarbiasa untuk membantu anda mengidentifikasi siapa-siapa orang yang berpengaruh tersebut. Ada beberapa pertanyaan yang ingin saya ajukan-pertanyaan-pertanyaan seperti, “Siapa yang diikuti orang?” Dengan kata lain, jika anda melihat seseorang yang diikuti oleh orang lain-di gereja anda, ada yang berbicara dan orang-orang mendengarkannya. Maksud saya ada orang-orang yang berbicara dan ada orang-orang yang mendengarkan mereka berbicara. “Siapa yang dihormati?” Saya tidak akan membicarakan hal ini, saya akan terus dengan-tidak, saya tidak akan menyentuh hal tersebut. Jangan minta komentar saya lagi mengenai, “Siapa yang dihormati?”. “Siapa yang diinginkan orang-orang itu untuk selalu berada disana?” “Siapa yang memberikan jalan?” Misalnya, ke tiga pertanyaan berikutnya yang ada di bagian bawah daftar ini. Saat itu saya berada di Anderson University, menyampaikan ceramah kepemimpinan tentang “pengaruh”.Ada seorang pastur yang berdiri dan mengatakan, “John saya dengar anda pernah menyajikan kuliah tentang ‘pengaruh” ini sebelumnya; lalu katanya, “Begini caranya saya menemukan orang-orang yang mempunyai pengaruh di gereja anda.  di kongregasi saya.” Pertanyaannya begitu bagus sehingga saya memasukkannya di catatan saudara

“Kepada siapa anda bertanya jika anda ingin tahu apa yang sedang terjadi?” Bukankah pertanyaan ini mengarahkan kita pada seorang yang berpengaruh? Anda tahu bahwa hanya sedikit orang yang mereka kenal. Satu lagi, “Kepada siapa anda berbicara jika anda ingin menghentikan sesuatu?” Anda tahu pertanyaan ini akan membantu anda untuk menemukan apa?  Orang yang berpengaruh negatif di dalam organisasi anda! Pertanyaan berikutnya, akan membantu anda untuk menemukan orang pengaruhnya positif-“Kepada siapa anda berbicara jika anda ingin memulai sesuatu?”

Semua pertanyaan ini dapat membantu anda untuk menemukan orang-orang yang berpengaruh di dalam organisasi anda. Dan saya mendorong anda untuk melakukan hal ini lagi ketika anda sedang menonton video ini. Matikan video anda sebentar dan lakukanlah, atau bisa juga anda lakukan lain kali bersama-sama dalam kelompok. Penting bagi anda untuk menuliskan sepuluh orang yang paling berpengaruh di dalam organisasi anda. Jika anda mempunyai organisasi, misalnya: sebuah gereja dengan jumlah anggota jemaat seratus, anda harus bisa melakukannya, Jika anggota anda hanya ada kira-kira limapuluh, anda mungkin mendapatkan lima atau enam orang yang paling berpengaruh. Pada kelompok yang lebih kecil, jumlah orang yang berpengaruh juga kecil. Jika di Skyline, tentu ada sepuluh orang untuk organisasi seukuran itu. Yang pasti, jumlahnya tidak akan lebih dari 50-75 orang. Jika ada 50-75 orang yang paling berpengaruh di gereja itu, dan jika saya merangkul mereka bersama-sama, memaparkan masalah atau gagasan apa saja, dan jika mereka semua mengatakan, “Saya setuju dengan anda. ” Maka percayalah, sisanya akan ikut. OK? Lihat? Anda cuma perlu memahaminya.

Bagian 5

Sekarang kita beranjak ke halaman enam huruf C. Saya tertarik pada bagaimana hubungan anda sebagai pastur dengan orang-orang yang berpengaruh. Demikian sekali lagi, ini adalah latihan yang anda lakukan sendiri, bagi anda yang sekarang hadir untuk mendengarkan seminar disini, ini adalah latihan yang harus anda lakukan dengan organisasi anda. Bawa latihan ini kembali ke tempat kerja anda dan terapkan. Tulis jumlah orang berpengaruh yang ada pada jenjang pertama, tetapi tidak mengikuti anda lebih tinggi lagi. Inilah kata kuncinya-“…tetapi tidak mengikuti anda lebih tinggi.”. Dengan kata lain, siapa yang ada pada jenjang pertama, tetapi tidak ikut naik? Mereka tak punya hubungan baik dengan anda, mereka tak menikmati kesuksesan organisasi-apa saja. Kemudian, tulis jumlah orang berpengaruh yang ada di jenjang kedua tapi tak mengikuti anda ke jenjang yang lebih tinggi. Nomor tiga, tulis jumlah orang berpengaruh di jenjang ketiga yang tidak mengikuti anda lebih tinggi. Sekarang, anda bisa menyimpulkan apa yang kita lakukan pada tiap jenjang, kita menuliskan semua orang yang ada pada jenjang itu, tetapi tidak naik lebih tinggi. Yang harus anda lakukan adalah kembali ke halaman sebelumnya, halaman lima, dan lihat pada kesepuluh orang berpengaruh yang anda sudah tulis. Tulis nama-nama mereka di sini, dan mulailah mengisi angkanya. Sekarang, saya akan melakukan sebuah latihan dengan anda untuk membantu anda memahami hal ini. Di dalam catatan anda, anda tentu memperhatikan ada diagram. Mari kita cermati ini sejenak dan biarkan saya memberi ilustrasi tentang apa yang saya maksudkan. Sebagai contoh, katakanlah kita punya dua orang pemimpin disini-Pemimpin A dan Pemimpin B. Kita tak akan membicarakan semua orang dalam organisasi, soalnya, kalau membicarakan Skyline saja, ada 3000 orang. Kita hanya akan membicarakan pemimpinnya. Bahkan, kita hanya akan bicara dalam lingkup sepuluh orang yang sudah anda tulis di halaman sebelumnya, OK? Mengapa? Karena hal terpenting yang harus anda ketahui bukanlah pada jenjang keberapa anda berada terhadap kongregasi, tetapi pada jenjang keberapa anda terhadap para orang-orang berpengaruh ini. Merekalah yang menjadi kunci penentu sukses-gagalnya organisasi. 

 

Jadi, bagaimana? Bayangkan dua skenario-satu pemimpin A, satunya pemimpin B. Nanti akan saya berikan jumlah-jumlah tertentu-hanya sekedar untuk kemudahan mengajar, anda nanti bisa meletakkan jumlah yang sesuai dengan kasus anda setelah ini-dan saya akan bertanya siapa yang lebih sukses, pemimpin A atau pemimpin B? Sebagai contoh, mari lihat kasus ini. Pemimpin A memimpin sepuluh orang yang  memiliki pengaruh dalam organisasinya. Katakanlah, diantara sepuluh itu, yang ada pada jenjang pertama ada lima orang. Lima orang itu Cuma sampai paling tinggi pada jenjang pertama. Katakanlah, ia punya tiga orang pada jenjang nomor dua, satu orang pada jenjang nomor tiga, dan satu orang pada jenjang nomor empat. Pemimpin A punya sepuluh orang berpengaruh dan telah mengkader mereka, dan sekarang yang dikader ini tengah menikmati ‘sukses’. Ingat, yang tengah berada pada satu jenjang juga berada pada jenjang sebelumnya-mereka selalu ada pada setiap jenjang yang mereka lalui, tetapi dalam kasus ini, yang paling tinggi adalah tiga dan empat.

Sekarang, mari tengok pemimpin B sejenak. Pada jenjang pertama, ada satu orang. Pada jenjang kedua ada dua. Baik. Mereka sudah ada hubungan baik disini. Katakanlah pada jenjang ketiga ada empat orang. Sudah tujuh, dan itu artinya di jenjang nomor empat ada tiga orang

Anda sudah lihat pemimpin A dan pemimpin B. Anda sudah mendengar kuliah kepemimpinan, anda sudah mengerti bahwa kepemimpinan adalah pengaruh-kita menanyakan pada diri kita sendiri dimana mereka-mereka yang punya pengaruh, dengan saya mereka termasuk jenjang keberapa… nah, sekarang, sederhana saja. Yang mana diantara pemimpin A dan pemimpin B yang lebih sukses? Jelas-pemimpin B. Anda sudah memahaminya. Anda kelompok yang pandai. Hanya melihat tempat duduk anda dan sekitarnya sudah menjelaskan pada saya anda semua pandai. Silakan tulis. Anda benar-benar pandai.

Sekarang, anda tahu pertanyaan apa yang harus diajukan-menurut orang-orang yang memiliki pengaruh, saya ada di jenjang keberapa? Pemimpin A ini pastur yang sedang bermasalah. Ada beberapa orang yang memang berada di jenjang keempat, tapi, katakanlah ada masalah besar. Ingat ilustrasi uang kembalian yang sudah saya bahas? Katakanlah terjadi suatu masalah besar. Sementara itu, kebanyakan orang yang punya pengaruh ada di jenjang bawah. Anda tahu apa yang mereka lakukan? Orang-orang ini punya kecenderungan untuk menarik anda turun ke jenjang mereka. Anda mengerti ini? Yang terjadi adalah, ketika para pemimpin kebanyakan ada di bawah, sementara anda di atas, mereka akan ‘membuat lubang’ di setiap jenjang dan-apa yang terjadi? Si pastur lagi berjalan di jenjang nomor lima dan tiba-tiba ia menginjak lubang. Seperti pemadam kebakaran yang mau bertugas, ia meluncur turun melewati jenjang-jenjang lain sampai akhirnya terhempas di jenjang terendah. Kalau masalahnya parah sekali, ia akan jatuh melewati jenjang terbawah ke daerah “Uh-Oh”.

Nah, sebagaimana mereka bisa membawa anda turun, coba perhatikan apa yang terjadi dengan pemimpin B. Ada masalah dan ia kesusahan. Apa yang akan dilakukan para pemimpin di jenjang keempat? Mereka akan menahan pemimpin B agar tetap di atas. Mereka melindungi pemimpin B. Mengapa? Karena para orang yang berpengaruh itu ada di jenjang yang kurang lebih sama-tinggi-sama-rendah dengan anda. Apa yang harus anda lakukan adalah bagaimana menemukan orang-orang yang berpengaruh di organisasi anda dan begitu ketemu, tanya diri anda, “Mereka ada di mana?” Kalau mereka di atas bersama anda, mereka akan menyangga anda. Tetapi, kalau mereka jauh di bawah, mereka akan menarik anda turun.

Sekedar ilustrasi, di Skyline kira-kira ada seratus orang berpengaruh. Paling kurang, 90 dari mereka-saya sama sekali tak ragu-ada di jenjang nomor empat. Sepuluh dari mereka ada di jenjang ketiga. Saya tak bisa membayangkan ada orang berpengaruh di bawah jenjang nomor tiga. Anda lihat? Faktor keamanan disini amat tinggi. Banyak perlindungan, banyak pertolongan dan bantuan. Organisasi macam ini dapat dikatakan sehat sekali.

Saya punya teman baik, seorang pastur yang sedang mengembangkan sebuah gereja. Ia menumbuhkan jemaat dari 10 menjadi 300, tapi anda tahu apa yang ia lakukan? Ia meninggalkan mereka yang memiliki pengaruh di jenjang bawah. dan begitu ia dapat orang baru, ia akan berteman dengan mereka. Tentu saja, orang baru senang dibaik-baiki. Jadi, ia mengembangkan orang-perorangan, menyayangi mereka, mengajari mereka, tapi ia meninggalkan mereka yang berpengaruh di jenjang bawah. Dalam setahun, gereja tumbuh dari 10 menjadi 300. Tapi, suatu ketika ia menghubungi saya, ia menangis di telepon. Katanya, “John, saya kehilangan gereja saya.” Maksud saya, ia benar-benar kehilangan gerejanya! Karena di sebuah pertemuan dewan, mereka membanting pintu di depan hidungnya. Ada masalah besar dan yah, dia main perosotan pemadam kebakaran. Sekarang dia ada di daerah Uh-Oh dan dia bertanya, “Apa yang terjadi?” 

Itulah gunanya kuliah ini. Yang terjadi pada teman saya adalah bahwa dia tidak mengerti bahwa hal terpenting adalah menempatkan orang-orang berpengaruh pada level tertinggi bersama dengan anda. Mari kita lanjutkan sebentar ke huruf D. Sekarang, dari sepuluh orang paling berpengaruh di organisasi anda, siapa lima diantaranya yang paling berpengaruh? Sekarang, begitu anda memahami jenjang-jenjang pengaruh ini, kembali, lakukan lagi semua itu dan tanya diri anda siapa lima orang paling berpengaruh. Setelah anda melakukan latihan yang hebat ini, tulis nama mereka dan jenjang mereka terhadap anda sebagai peminpin.

Yang berikutnya sederhana sekali. Jika anda menyebutkan nama lima orang paling berpengaruh dan ternyata di jenjang anda hanya satu atau dua, anda dalam masalah. Anda perlu mengatur ulang jadwal anda. Bahkan, saya akan mengatakan pada anda apa yang perlu dilakukan. Lihat paragraf di bawah sana. Apa anda secara rutin menghabiskan sedikit waktu bersama mereka? Jika tidak, mulailah memikirkan setiap orang dan bagaimana caranya agar anda bisa rutin bersama mereka. Coba makan siang bersama sebulan sekali, main golf bersama, main bola raket sama-sama, baca dan diskusikan sebuah buku bersama, berdoa bersama-lakukan sesuatu bersama! Anda harus mulai mengangkat mereka ke jenjang tinggi. Jika tak mungkin menjadi orang paling berpengaruh di dalam organisasi, belajarlah mempengaruhi mereka yang memiliki pengaruh. Mari kita kembali ke cerita tentang Clod. 

Kembali ke cerita Clod. Hillham, Indiana, Gereja pertama. Clod si Petani, di pertemuan dewan, ia menjalankan dewan itu, dan bahkan, menjalankan semuanya. Ia mungkin tak tahu bagaimana mengeja kata “pemimpin”, tetapi Clod adalah seorang pemimpin. Biar saya katakan sesuatu-di gereja pertama saya, saya tak pernah menjadi orang dengan pengaruh nomor satu. Tak pernah. Sampai saya pergi, Clod-lah yang nomor satu, dulu dan sekarang, sampai Yesus menjemputnya. Pastur datang dan pergi, tapi Clod yang menjalankan gereja. Bahkan, kepada pastur yang menggantikan saya-dia teman kuliah saya-saya ajak dia duduk di losmen desa dan bercerita padanya soal Clod. Saya katakan saya sudah mengalami tiga tahun yang luar biasa. Saya bilang padanya, “Kau harus tahu satu hal. Saya harus bicara pada anda soal Clod. Ia pemimpinnya-ia tak tahu-tapi ia benar-benar pemimpin. Ia yang memegang semua pengaruh.” Saya cerita padanya bagaimana saya bekerja dengan Clod, dan saya katakan, “Sebaiknya anda melakukan itu juga.” Tahu reaksinya? Ia berdiri amat cepat dari tempat duduknya, menggebrak meja, melirik saya dan berkata, “Asal tahu saja, kalau saya datang ke gereja ini, saya yang akan jadi pemimpinnya.”

Saya bersandar di kursi saya, menatapnya dan bergumam dalam hati, “John, kau sedang melihat orang bodoh. Kau baru saja melihat definisi baru ketololan dalam hidupmu.” Lihat? Anda tahu apa yang ia pikirkan? Ia berpikir bahwa kepemimpinan adalah posisi. Ia berpikir kita bisa berjalan masuk begitu saja dan berkata, “Saya pemimpin.” Omong-omong, ia bertahan hanya delapan bulan di gereja itu. Pelajaran ini akan mencegah anda sakit hati begitu anda mengerti bagaimana yang namanya “pengaruh” bekerja.

Jika saya mengatakan anda harus menghabiskan waktu bersama mereka, makan siang bersama dan semuanya itu, anda berkata, “John, apa itu bukan manipulasi?” Biar saya beritahu bedanya memanipulasi dan memotivasi. Manipulasi adalah bila anda bergerak bersama demi kepentingan saya-inilah saat saya memanipulasi anda. Jika saya membuat anda melakukan sesuatu yang hanya akan menguntungkan saya, maka saya memanipulasi. Saya jadi manipulator ahli. Memotivasi adalah bergerak bersama demi keuntungan bersama. Sama-sama menang. Saya menang, anda menang, organisasi menang. Semua menang. Ingat, di gereja pertama, saya bukan orang dengan pengaruh nomor satu.

 

Bagian Keenam

 

Jika anda tidak akan menjadi orang berpengaruh nomor satu, pertanyaannya adalah bagaimana anda mempengaruhi orang berpengaruh. Karena anda mempunyai seseorang yang memiliki pengaruh besar, anda tidak akan menjadi orang berpengaruh nomor satu, maka seandainya saya duduk disini, membuat catatan, saya akan mengatakan, “OK, saya tahu bahwa saya orang berpengaruh nomor dua; saya orang berpengaruh nomor tiga. Bagaimana caranya saya mempengaruhi orang orang yang berada diatas saya ini? Inilah bagian praktek dari pelajaran kita. Saya akan memberikan anda beberapa langkah untuk mempengaruhi orang-orang yang berpengaruh di dalam organisasi.

Huruf A. Kenalilah Siapa Mereka. Anda harus bisa menemukannya. Seluruh pelajaran ini mencoba membantu anda memahami “pengaruh” dan bagaimana mengidentifikasi orang yang berpengaruh. Saya punya beberapa pertanyaan untuk membantu anda menentukan hal ini-Apakah saya mempengaruhi orang yang berpengaruh? Omong-omong, kalau  seorang yang berpengaruh mempengaruhi orang berpengaruh lainnya, kita menyebutnya orang berpengaruh utama. Ada orang-orang yang berpengaruh tetapi tidak bisa mempengaruhi orang berpengaruh lainnya, kita menyebut mereka orang berpengaruh minor. Anda harus mengerti perbedaannya. Ini suatu ilmu, seni untuk memahami orang dan dimana mereka berada. Perhatikan pertanyaan ini, “Apakah mereka mempengaruhi seluruh organisasi?” atau “Apakah mereka mempengaruhi satu segmen organisasi saja?” Ijinkan saya membantu anda disini. Makin besar sebuah gereja atau sebuah organisasi, makin sedikit pengaruh mereka atas organisasi itu. Hampir tidak mungkin bagi sebuah gereja seukuran kami, dengan 3000 orang, dipengaruhi oleh seorang yang memiliki pengaruh utama. Alasannya, ada empat misa, orang yang datang ke satu misa hanya tahu orang-orang lainnya yang juga datang kesana. Mereka bahkan tidak kenal orang-orang berpengaruh lainnya di gereja itu. Sekarang saya  balik. Makin kecil organisasinya makin terkenal orang yang berpengaruh di dalam organisasi itu, dan makin mungkin baginya untuk mempengaruhi seluruh organisasi. Masuk akal? Jadi makin kecil, makin menyeluruh pengaruhnya. Apakah mereka hanya mempengaruhi satu segmen organisasi? Apakah pengaruh mereka meningkat atau menurun? Ini bertanyaan bagus. Apakah mereka datang atau pergi? Saya meyakinkan anda bahwa di organisasi apapun, kalau anda menemukan orang-orang yang meningkat pengaruhnya, dan mempengaruhi orang berpengaruh lainnya, maka anda harus mempelajarinya, karena mereka yang pergi, mungkin pemain utama hari ini, namun besok mungkin mereka bukan pemain utama lagi. Sebaliknya, mereka yang datang mungkin bukan pemain utama hari ini, namun besok mereka bisa menjadi pemain utama, dan anda juga perlu tahu, di bidang apa pengaruh mereka paling kuat. OK? Saya memiliki diploma yang nyangkut disana, anda membaca tentang seorang yang dilahirkan sebagai seorang pemimpin.

Mari kita pindah ke huruf B. Sediakan Waktu untuk Bersama Mereka .  Yang harus anda lakukan adalah menyediakan waktu untuk bersama-sama mereka karena orang biasanya tidak peduli berapa banyak yang anda ketahui sampai mereka tahu seberapa besar kepedulian anda. Anda harus mulai dari sini, dan biarkan mereka tahu bahwa anda benar-benar peduli. Sebagai contoh, Clod. Dimana saya habiskan waktu bersama Clod? Di ladang! Kami bisa ke ladang dan bekerja sepanjang hari di sana. Omong-omong, di gereja kedua saya, ketika saya kesana, saya bukan orang berpengaruh nomor satu. Sesungguhnya, sangat tinggi kemungkinannya bahwa jika anda datang ke sebuah organisasi, anda tidak berpengaruh apa-apa. Mereka sudah mempunyai sistem sendiri. Anda hanya nyelip sesuatu tempat dan  sistem bekerja. Di gereja kedua saya, selama tiga tahun saya bukanlah orang berpengaruh nomor satu. Yang menarik adalah-perhatikan ini-ketika saya masuk di Skyline, dalam enam bulan pertama, saya menjadi orang yang paling berpengaruh disana.   Mungkin anda bertanya, “John, bagaimana mungkin?”Saya beritahu kenapa itu bisa terjadi? Saya mengikuti seorang pemimpin besar. Biar saya beritahu, makin baik pemimpin yang anda ikuti, makin cepat anda memperoleh pengaruh. Begitu juga, makin buruk pemimpin yang anda ikuti, makin banyak orang menolak pengaruh dari anda. Jadi, makin baik pemimpin yang anda ikuti, dan saya kebetulan mengikuti seorang besar, anda tahu apa yang mereka lakukan? Mereka memandang Pastur Butcher, sudah 27 tahun disana, dan mengatakan, “Selamat malam, orang ini telah menjadi pemimpin yang luar biasa, dia peduli, dia telah menjadi pastur yang luar biasa.” “Dan penggantinya,” -mereka memandang saya dan mengatakan, “pasti seperti itu juga.” Tetapi apa yang terjadi jika saya ikut pastur yang mempunyai masalah moral? Saya ikut pastur yang mengambil uang dari bendahara, dan tiba-tiba saya masuk dan mengatakan, “Ada apa di kantongmu, Nak? Tetaplah disitu!” Apakah anda mau menunggu disitu? Maksud saya semua ini bukan hal yang luar biasa. Jadi anda harus memahami hal tersebut.  Jika orang-orang yang berpengaruh yakin bahwa anda menerima pengaruh yang baik, maka itu karena anda ikut orang yang baik, sebaliknya jika mereka yakin anda kehilangan pengaruh maka itu pasti dikarenakan anda ikut orang yang tidak benar. Seni pengaruh-mempengaruhi ini adalah hal yang paling menarik bagi saya untuk dipelajari karena beginilah caranya saya mengajar anda untuk belajar sesuatu, soalnya apa yang anda kerjakan di gereja anda, di kongregasi anda, di organisasi anda, merupakan hal yang sungguh luar biasa.

Huruf C. Temukan Kunci Hidup Mereka. Anda harus berhenti dan mengatakan, “Apa kunci kehidupan orang itu yang bisa mempengaruhi. Dengan kata lain, apa yang menggerakkan mereka? Itu pertanyaan kunci yang harus anda tanyakan. Saya tahu kunci orang-orang berpengaruh utama di sekitar saya. Saya tahu kuncinya. Sudah menjadi tanggungjawab saya untuk mengetahuinya. Boleh saya memberitahu anda sesuatu? Saya punya kunci kehidupan. Setiap orang memiliki kunci kehidupannya. Dan anda harus tahu apa kunci itu. Kalau saya menengok kembali apa yang saya lakukan di dewan gereja saya, maka saya bisa menatap anda dengan sungguh-sungguh dan bilang, “Saya tahu, kunci hidup anda adalah…” Sebagai contoh, kalau saya ingat kembali Skip Bellmore yang merupakan anggota dewan gereja saya, seorang yang sangat saleh, dan senang melakukan hal-hal besar untuk Tuhan. Ketika saya berada disana, saya menyadari bahwa ada isu yang menyangkut keimanan yang akan dikeluarkan dewan. Dan saya bisa tahu bahwa Skip Bellmore yang akan tampil sebab itulah kunci hidupnya. Dia akan senang melakukannya.

Saya mengerti hal itu. Saya masih bisa lanjut sampai lima puluh menit ke depan di ruangan ini, menjelaskan tentang kunci hidup orang, karena saya kenal anda dan karena anda punya kunci. Saya punya-anda tahu? Anda hanya-hei, anda hanya perlu memberitahu saya yang baru dan kreatif dan memiliki potensi berkembang. Saya akan langsung bergabung! Lalu, saya akan berkata, “Apa itu? Apa yang anda tahu?” Begitulah. Kita semua punya kunci dalam hidup yang akan menggerakkan kita.

Huruf D: Bawa Nilai Tambah bagi Orang-orang yang Berpengaruh. Saya amat menekankan ini-bawa nilai tambah bagi para orang berpengaruh. Saya punya sebuah ungkapan yang sering saya gunakan, yaitu “Bawa sesuatu ke meja”. Ini ungkapan luar biasa. Dengan kata lain, apa anda sekalian tak pernah berhadapan dengan orang-orang yang menghabiskan waktu tapi tak memberi manfaat? Mereka memang ngomong dan omongannya memang menarik, tapi kosong. Saya jujur saja, salah satu kelemahan saya adalah bahwa saya tak tahan pada orang-orang macam itu. Jika saya keluar untuk bertemu seseorang, saya mau ada sesuatu yang bertambah dalam diri saya. Saya mau ada sesuatu bertambah dalam diri mereka. saya mau ada pemikiran baru, saya mau ada sesuatu yang dibawa ke meja. Jadi, ini yang saya katakan: sebagai orang dengan pengaruh yang tak seberapa menonjol, bertanyalah bagaimana anda harus mempengaruhi orang berpengaruh lainnya? Saya katakan saja-cari kunci hidup mereka, dan begitu anda mendapatkannya, bawakan sesuatu yang akan memberi mereka nilai tambah. 

Saya makan siang dengan Zig Ziglar. Waktu itu ia ada di kota untuk menghadiri pembicaraan internal, jadi saya dan dia pergi makan siang bersama. Saya berikan ia hadiah. Saya bilang, “Zig, ini ada beberapa barang yang saya kira akan menarik bagi anda.” Saya berikan padanya seri-seri kepemimpinan yang sudah saya kerjakan, catatan, dan seri-seri saya tentang Amerika, karena ia sekarang sedang menulis buku tentang Amerika.  Saya katakan, “Ada segala macam diagram, gambar, dan statistik di dalam sana.” Ia bilang, “Nanti saya baca di pesawat.” Tahu apa yang baru saja saya lakukan? Saya memberinya nilai tambah. Beberapa orang tak akan pernah mempelajari pelajaran ini. Mereka duduk makan siang berkali-kali dan tak pernah tahu bahwa orang-orang berpengaruh mau ada nilai tambah ke dalam hidup mereka. Lima hal yang saya kira membantu: Pertama adalah ide. Setiap kali anda bawa ide ke meja, orang berpengaruh akan menyukainya. Yang kedua adalah pengakuan. Akui mereka sebagai sumber vital dalam hidup anda. Zig bicara pada saya tentang orang-orang dalam hidupnya dan ia berkata, “anda tahu? Saya lihat mereka semua mampir dalam hidup saya. Saya mengamati mereka karena menurut saya, pengakuan diperlukan. Nomor tiga adalah rahasia. Orang berpengaruh suka rahasia. Jika anda dekati mereka dan berkata, “Saya ada sesuatu untuk anda.” Saya katakan, mereka akan, “Sini. Sini!” saya hanya membantu anda  memahami orang, ini pelajaran gratis dalam kepemimpinan, mengenai pengaruh. Yang keempat, sukses. Tiap orang berpengaruh mengyukai sukses. Mereka ingin terlibat dalam proyek yang akan mencapai kesuksesan dan mereka bicara tentang itu. Ini yang saya sebut meraih sukses. Yang kelima, mereka ingin menerima sesuatu tanpa pamrih. Banyak orang berpengaruh tahu mereka didekati hanya karena ada yang diinginkan orang dari mereka. Jadi, yang saya katakan adalah, pergi kepada si orang berpangaruh dan beri mereka sesuatu tanpa pamrih. Begitu mereka paham bahwa anda membawa sesuatu ke meja dan anda tak selalu minta pamrih, mereka akan menempel pada anda.  

Huruf E. Bagi visi anda dengan mereka. biarkan mereka melihat visi anda, berjalanlah bersama mereka. Terlalu banyak pastur bermain Lone Ranger. Kita harus hentikan itu. Baru Sabtu lalu saya di Phoenix, menghadiri Konferensi Laying Ministry untuk ratusan orang dan di depan, kira-kira dua atau tiga deret ke belakang, dipenuhi oleh seorang pastur dan 41 orang pengikutnya. Nama pastur itu Tom White. Tahu mengapa ia bawa 41 orangnya? Ia ingin mereka menangkap visi saya. Ia katakan pada saya, “Saya akan bawa 20 orang ke San Diego, beri mereka tiket pesawat untuk menghadiri konferensi anda selama beberapa minggu disana.” Anda tahu apa yang dipahami pastur ini? ia memahami gunanya membawa orang-orang dan membiarkan mereka menangkap dan berbagi visi. Inilah yang sedang saya bicarakan.  

Huruf F. Minta Bantuan Mereka. jangan minta bantuan mereka sampai anda selesai melakukan lima hal pertama. Hampir tiap kali kita menemukan orang berpengaruh, kita minta bantuan mereka sebelum kita melakukan lima yang pertama. Minta bantuan mereka. Saya senang rumus matematis 1+1=10. Ini benar sekali jika anda dekat-dekat dengan orang berpengaruh. Ini maksudnya: akan ada prinsip perkalian jika anda mengajak seseorang bergabung dalam hidup anda. Ini seperti bacaan yang sering anda jumpai, “Jika satu orang mendorong seribu orang untuk pergi, dua orang akan mendorong sepuluh ribu orang untuk pergi.” Pengaruh memiliki kekuatan untuk melipatgandakan.

Huruf G, Buka Saluran Komunikasi. Mulailah berkomunikasi secara berkesinambungan dengan para orang berpengaruh ini. Bicara soal mereka, orang berpengaruh utama saya di gereja kedua adalah seorang yang bernama Jim. Jadi, anda tahu apa yang saya lakukan bersama Jim? Tiap minggu pada hari Selasa kami makan siang bersama di Holiday Inn. Setiap minggu. Anda tanya, “Berapa? Wow, setiap minggu?” Ya, karena ia memiliki pengaruh besar. Selama tiga tahun lebih ia menjadi orang paling berpengaruh di gereja. Saya akan duduk bersamanya, bertukar pikiran, berpikir, bertanya, dapat masukan, dan mendapatkan pengaruhnya, begitu kami keluar dari sana, kami menjadi tim. Itu yang saya bicarakan.

Huruf H. Jalani Visi anda bersama. Jika anda membagi visi itu, ikutilah visi yang telah ada bagi itu secara bersama-sama. Jangan lakukan itu sendirian, dan sekali lagi, jangan jadi Lone Ranger. Bawa mereka bersama anda. Kata-katanya adalah “kami”. Bukan “saya” atau “aku”, tetapi “kami”.

Huruf I. Pastikan semua menang atau jangan lakukan apa-apa. Jika anda berembuk dengan seorang berpengaruh, baik anda maupun dia harus menang. Saya belajar malah, sudah lama sekali, jika saya menang dan anda kalah, saya tak akan melakukannya karena saya akan dapat musuh seumur hidup. Jujur saja, jika saya yang kalah dan anda yang menang, saya juga tak mau. Pokoknya, harus kedua-duanya menang.

Berikan pujian pada orang yang berpengaruh itu. apapun itu, selalu berikan pujian padanya. Saya katakan, Mark Twain menyetujui ini ketika ia berkata, “Luar biasa apa yang dapat tercapai jika pemimpin tidak peduli siapa yang dapat pujian.” Saya sedang bicara mengenai pujian yang selalu diberikan ini. Saya bicara soal telegram tidak dipublikasikan yang dikirim Lincoln menjelang akhir perang di Gettysburg kepada Jenderal Mead, ketika ia menyadari Konfederasi di di selatan mungkin sudah amat lemah. Itu sebuah telegram yang tidak dipublikasikan, sebuah catatan yang mengatakan, “Telegram ini tidak dipublikasikan. Segera kejar mereka ke selatan. Jika anda memang, buang telegram ini dan anda akan mendapat semua pujian. Akan tetapi, jika anda kalah, tunjukkan telegram ini pada wartawan dan saya yang akan bertanggung jawab.” Nah. Jenderal Mead ini naik kuda. Cuaca kering dan berdebu. Ia capek, hampir tumbang, dan tidak menyentuh bak mandi selama berbulan-bulan. Ia diatas kudanya dan ia membaca sebuah telegram yang berkata, “Kejar mereka. kalau menang, anda dapat semua pujian. Kalau kalah, saya yang tanggung jawab.” Anda bisa lihat? Anda bisa bicara soal motivasi? Anda bisa lihat Jenderal Mead tua di atas kuda, berteriak, “Seraaaaang!” Anda sebaiknya percaya ini. Ciptakan hubungan dan pahamilah cara mempengaruhi. Jika saya dan anda melakukan semuanya seperti yang tadi saya kuliahkan, ini akan menimbulkan perbedaan luar biasa di dalam hidup kita. 

                                                                      John C Maxwell

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: